Berita » Balitkabi Lakukan Uji Paket Teknologi Budidaya Kedelai di lahan Bawang Merah Nganjuk

Kegiatan tanam kedelai dengan cara larik, di lahan bawang merah, Bagor Wetan, Kab.

Kegiatan tanam kedelai dengan cara larik, di lahan bawang merah, Bagor Wetan, Kab.

Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai salah satu sentra kedelai. Empat kecamatan penyumbang produksi kedelai yaitu Kecamatan Bagor, Loceret, Gondang, dan Rejoso. Di sana, kedelai lahan sawah, ditanam pada MK I (tanam bulan Februari/Maret) dengan pola tanam padi-kedelai-bawang merah, dan MK II (tanam bulan Juni/Juli) dengan pola tanam padi-padi-kedelai.

Khususnya di sentra bawang merah, petani menanam kedelai sebagai upaya untuk menurunkan kelebihan air di lahan setelah pertanaman padi dan untuk menyuburkan tanah karena adanya Rhizobium pada tanaman kedelai, demikian menurut ketua kelompok tani di Desa Banaran Wetan. Bagor. Berpandangan seperti ini tidak heran bila petani umumnya masih menerapkan budidaya kedelai sederhana, yaitu tanam dengan cara sebar dan tanpa perawatan semestinya. Sebagai komoditas penyela antara musim tanam padi dan bawang merah, kedelai dengan umur genjah lebih diminati, meskipun demikian varietas Anjasmoro mendominasi pertanaman petani.

Berpijak dari kondisi inilah Balitkabi melakukan penelitian uji paket teknologi budidaya kedelai untuk membandingkan paket teknologi rekomendasi, paket teknologi perbaikan dengan teknologi eksisting petani. Hal ini merupakan upaya mendukung program strategis Kementan mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern di bawah komando Dr. Syahrul Yasin Limpo dengan empat kunci yaitu : 1) peningkatan produksi dan produktivitas, 2) pertanian rendah biaya, 3) mekanisasi dan riset serta 4) ekspansi pertanian.

Pada lahan seluas 5 hektar yang melibatkan 20 petani kooperator dari Kelompok Tani Gemah Ripah, Desa Banaran Wetan, Kecamatan Bagor, saat ini sedang dilakukan pengujian paket teknologi budidaya kedelai. Kegiatan ini ditujukan untuk mengetahui senjang hasil kedelai antar ketiga paket teknologi (rekomendasi, perbaikan dan eksisting) dan kelayakan ekonominya.

Petani sangat antusias mengikuti program penelitian ini, terbukti dengan kehadirannya saat koordinasi persiapan tanam. Mereka mengikuti dengan seksama penjelasan dari tim peneliti Balitkabi yang meliputi persiapan lahan, cara tanam, cara pemupukan, cara penyiangan, perawatan dan panen.

Koordinasi dengan petani kooperator, Kelompok Tani Gemah Ripah, Desa Banaran Wetan, Kec. Bagor, Kab. Nganjuk

Koordinasi dengan petani kooperator, Kelompok Tani Gemah Ripah, Desa Banaran Wetan, Kec. Bagor, Kab. Nganjuk

Untuk penyiapan lahan tim peneliti Balitkabi mengikuti kondisi lahan petani yang telah disiapkan sedemikian rupa sesuai pola tanam mereka yaitu padi-kedelai- bawang merah. Sehari setelah panen padi, lahan dibersihkan dari sisa tanaman, kemudian dengan menggunakan lempak dibuat bedengan lebar 2,5 m kemudian dirotari, antar bedengan dipisah dengan saluran drainase selebar 40−50 cm sedalam 60−70 cm. Persiapan lahan tersebut sekaligus untuk persiapan tanam bawang merah. Petani umumnya mempertahankan sebagian air di saluran irigasi untuk keperluan menyiram tanaman saat kekeringan.

Karena tanah cukup basah, tanam dilakukan cara larik untuk kedua teknologi, dengan jarak tanam 40x 15 cm, 2 biji/rumpun, benih ditutup dengan pupuk kandang sebanyak 1000 kg/ha. Kebutuhan benih varietas Detap1 (biji sedang) sebanyak 50-55 kg/ha. Pada paket teknologi perbaikan diberikan pupuk hayati dengan cara mecampur pupuk hayati Agrisoy-plus dengan benih yang sudah dibasahi. Teknologi eksisting petani menggunakan varietas Anjasmoro dengan kebutuhan benih sebanyak 70 kg/ha yang ditanam dengan cara sebar.

Pupuk untuk teknologi eksisting petani dengan dosis 350 kg/ha Phonska, untuk paket teknologi rekomendasi adalah 100 kg/ha Phonska + 50 kg/ha Urea dan pada paket teknologi perbaikan menggunakan 150 kg/ha Phonska + 50 kg/ha SP 36 + Gandasil B dosis 400 g/400L/ha. Pemupukan dilakukan pada 15-20 hst (hari setelah tanam), sedangkan pupuk cair diapilkasikan pada 40 hst.

Saat ini tanaman berumur 20 hst, keragaannya cukup baik Di petak sudah mulai ditumbuhi rumput, terutama gulma berdaun sempit dan telah dilakukan pengendalian gulma menggunakan herbisida berbahan aktif Propaquizafop 100 g/l. Penyiangan akan diulangi pada saat tanaman menjelang berbunga (jika kondisi rumput mengganggu pertumbuhan tanaman).

Penyiapan lahan sebelum tanam

Penyiapan lahan sebelum tanam

Kegiatan tanam dengan cara larik

Kegiatan tanam dengan cara larik

Pemupukan Phonska, Urea dan SP36 dengan cara ditabur di antara barisan tanaman

Pemupukan Phonska, Urea dan SP36 dengan cara ditabur di antara barisan tanaman

penyulaman kedelai pada umur 10 hari

penyulaman kedelai pada umur 10 hari

Sytn