Berita » Balitkabi dan ACIAR Latihkan Pangan Olahan untuk Para Pelatih Papua

apapua_1a

Dalam rangkaian kerjasama Project “Improvement and Sustainability of Sweet potato – Pig Production Systems to Support Livelihoods in Highland Papua and West Papua, Indonesia”, Balitkabi memberikan pelatihan pangan olahan kepada para pelatih (training of trainer) Papua. Proyek tersebut merupakan penelitian kerjasama ACIAR Australia, Centre of International Research for Potato (CIP)-ESEAP, Bogor dengan Balitbang Pertanian, yang dilaksanakan oleh BPTP Papua, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya yang dikoordinir oleh Bapak Luther Kossay (perwakilan ACIAR Project untuk Wamena). Pada akhir proyek ini (tahun 2014), dilakukan kegiatan training of the trainer (ToT) budidaya ubijalar dan beberapa jenis kacang-kacangan serta pengolahannya. Pelatihan pengolahan pangan diberikan oleh tiga staf Balitkabi: Ir. Erliana Ginting M.Sc., Suprapto, S.P., dan Lina Kusumawati, S.Si.
Pelatihan dan sosialisasi varietas unggul ubijalar dan kedelai serta beragam produk olahan di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya dilaksanakan di Klinik Hewan Hom Hom, Wamena, selama tiga hari, diikuti 68 orang peserta dari petani, ibu rumah tangga, remaja binaan WVI (World Vision Indonesia), ibu-ibu komunitas gereja yang berasal dari Wamena dan sekitarnya. Lembah Baliem merupakan daerah penghasil dan pengkonsumsi ubijalar, namun bentuk konsumsinya masih terbatas pada ubi bakar (bakar batu) dan ubi rebus saja.Produk olahan yang dipraktikkan, antara lain jus, puding, onde-onde, brownies, mie, stik dan es krim dari ubijalar. Untuk bahan display, ditampilkan tepung dan kubus instan ubijalar serta beragam kue kering dari tepung ubijalar. Proyek ini juga mensosialisasikan budidaya kedelai, kacang gude, kacang merah dan strawberri untuk meningkatkan gizi dan pendapatan petani. Oleh karena itu, pada pelatihan ini juga dipraktekkan pembuatan susu kedelai dan tempe (varietas Anjasmoro), sambal goreng kacang gude dan sop kacang merah serta jus, puding dan selai strawberi. Resep olahan masing-masing produk tersebut beserta deskripsi varietas unggul aneka kacang dan umbi juga dibagikan kepada setiap peserta.

Peserta yang mayoritas petani sedang praktik membuat onde-onde ubijalar dan sambal goreng kacang gude pada pelatihan tanggal 27 Oktober 2014 di Wamena.

Peserta yang terdiri atas remaja putri dan keluarga binaan World Vision Indonesia (WVI) sedang praktik membuat susu kedelai dan mie ubijalar ungu pada pelatihan tanggal 28 Oktober 2014 di Wamena.

Antusias peserta dalam mengikuti praktek dapat dilihat dari partisipasi mereka dalam membuat produk (termasuk peserta pria) dan aktif mengajukan pertanyaan meski awalnya masih malu-malu. Namun dengan suasana yang akrab dan terus diberi dorongan semangat, peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengoperasikan alat dan membuat produk sehingga dapat tersenyum bangga saat hasilnya ‘sempurna’. Pada waktu makan siang, hasil olahan tersebut dicicipi bersama-sama dan sebagian dibawa pulang untuk keluarga. Peserta senang karena mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah ubijalar menjadi beragam produk yang menarik, enak rasanya, dan relatif mudah pengolahannya. Peserta juga disarankan untuk menggunakan alat-alat yang tersedia di rumahnya bila alat yang digunakan dalam praktik tidak tersedia. ACIAR Project berencana menyediakan alat-alat tersebut untuk digunakan peserta secara berkelompok, di antaranya gilingan mie, blender dan mixer karena listrik telah tersedia hampir di seluruh wilayah Wamena. Selain meningkatkan gizi keluarga, upaya ini diharapkan dapat membuka peluang bagi para ibu dan remaja putri untuk mendapatkan tambahan penghasilan.


Peserta yang terdiri atas ibu-ibu komunitas gereja (Perkawan) sedang praktik membuat es krim dan kue mangkok dari ubijalar ungu pada pelatihan tanggal 29 Oktober 2014 di Wamena.

E. Ginting /AW