Berita » Balitkabi Membahas RISET-Pro dengan Kemenristekdikti

Produk riset seharusnya menjadi tulung punggung dan penggerak ekonomi masyarakat dalam suatu negara. Untuk memperkuat penguatan pendanaan riset, tanggal 13 April 2017, Irsan Pawenci dan Feroya dari Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek dan Dikti melakukan diskusi di Balitkabi, yang dipimpin oleh Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, diikuti oleh Dr. Heru Kuswantoro, Apri Sulistyo M.Si, Bambang Sri Koentjoro M.Kom, dan Dr. Muchlish Adie.
Disampaikan oleh Irsan Pawenci bahwa kajian kebijakan yang terkait penguatan riset dari sisi skema pendanaan harus sudah mulai dipikirkan dan dirancang perbaikannya. Banyak pemikiran, dana riset di Indonesia belum memadai atau banyak kegiatan riset yang saat ini bertujuan sama tapi terpencar-pencar di lembaga riset. Perlu menyusun dan merumuskan rekomendasi koordinasi dan komunikasi lembaga pendanaan riset. Kepala Balitkabi menjelaskan tentang sumber pendanaan riset yang sebagian besar berasal dari DIPA, dan saat ini di Balitbangtan terdapat penguatan riset yang bersumber dari SmartD. Kerja sama dengan pihak lain (dalam dan luar negeri) terus dirintis oleh Balitkabi. Yang dipesankan adalah hindari riset tumpang tindih, jangan overlapping.

riset

Peneliti juga menyampaikan tentang hambatan aturan kerja sama, rentang waktu pelaksanaan penelitian yang dikaitkan dengan musim, dan lainnya. Pada akhir diskusi dilakukan kunjungan ke laboratorium pangan, UPBS, dan laboratorium sentral Balitkabi.

riset2

MMA