Berita » Balitkabi Mengadakan Sosialisasi dan Bimtek OJS (Open Journal System)

Derasnya arus informasi komunikasi dan perkembangan teknologi harus ditangkap sebagai peluang untuk mengupdate diri ke arah lebih baik dalam kehidupan, tak terkecuali dalam hal publikasi.

Untuk lebih mengenal dan menyegarkan kembali tentang apa dan bagaimana mengelola terbitan berkala ilmiah secara online, maka pada tanggal 29−30 November 2016 bertempat di Aula Balitkabi diadakan sosialisasi dan bimbingan teknik OJS dengan pembicara Bpk. Slamet Sutriswanto, A.Md dari PUSTAKA (Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian).

Materi bimtek meliputi:

  1. IAARD E-Journal: Pengelolaan Terbitan Berkala secara online,
  2. Manajemen jurnal, penerbitan, dan pembuatan desain tampilan,
  3. Memanfaatkan tools atau aplikasi dalam pengelolaan E-journal.

Peserta pelatihan adalah editor dan redaksi pelaksana Buletin Palawija serta peneliti dan calon peneliti di Balitkabi. Acara dibuka oleh Dr. Novita Nugrahaeni selaku Plh. Kepala Balai. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi telah mengubah perilaku kehidupan kita.

Kemajuan teknologi informasi ini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk publikasi. Pada kesempatan tersebut, ketua dewan redaksi Buletin Palawija, yang diwakili Ibu Dr. A.A. Rahmianna juga mengingatkan bahwa regenerasi harus berjalan di Balitkabi, sehingga tongkat estafet Buletin Palawija tidak akan terputus.

Apa itu OJS? Open Journal Systems atau (OJS) adalah sebuah sistem manajemen konten berbasis web yang dibuat khusus untuk menangani keseluruhan proses manajemen publikasi ilmiah dari proses call for paper, peer review, hingga penerbitan dalam bentuk on-linesehingga memudahkan peran pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, dan pembaca.

Pengoperasian OJS juga relatif mudah, dapat diunduh secara gratis dan diinstal ke penyedia web lokal. Mengapa harus OJS? Pelaksanaan OJS sesuai dengan Peraturan Kepala LIPI No. 3 tahun 2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah.

Dalam pedoman tersebut telah diatur bahwa mulai tanggal 1 April 2016 jurnal ilmiah yang akan diakreditasi adalah jurnal yang dikelola menggunakan e-journal. Perbedaan yang paling mencolok dalam pengajuan akreditasi jurnal nasional adalah format/media jurnal dari semula format cetak wajib dan on-line optional, menjadi format on-line wajib dan cetak optional.

Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional (ARJUNA) adalah pengakuan resmi atas penjaminan mutu ilmiah melalui kewajaran penyaringan naskah, kelayakan pengelolaan, dan ketepatan waktu penerbitan jurnal ilmiah.

Pada kesempatan tersebut, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai OJS namun juga dibekali dengan praktik teknik pengoperasian OJS dan Mendeley. Praktik pengoperasian OJS dilakukan dengan cara membagi peserta dalam kelompok kecil yang terdiri dari author, section editor, editor, layouter dan journal manager.

Sedangkan Mendeley adalah salah satu perangkat lunak manajemen referensi berbasis open source dan mendukung berbagai platform seperti Microsoft Windows, Apple MacOS, maupun Linux. Kelebihan Mendeley adalah dapat diperoleh secara gratis, dapat digunakan untuk mengelola, berbagi, dan mencari referensi serta dapat digunakan di ponsel berbasis android.

2-12-16

RTH