Berita » Balitkabi Menjadi Tuan Rumah “Quality Assessment and Standardization of DUS Testing for PVP in Indonesia”

ppvtp1

Sumberdaya genetik merupakan aset yang kian langka dan harus mendapat perhatian serius. Banyak sumberdaya genetik yang hilang dan tererosi akibat kekhilafan manusia dan dampak pembangunan. Di samping itu dengan kian kompleksnya permasalahan yang menyelimuti sumberdaya genetik diperlukan regulasi yang mampu melestarikan sumberdaya genetik, sekaligus memberikan penghargaan terhadap mereka yang telah berupaya melestarikan dan meningkatkan manfaat kekayaan genetik untuk kemaslahatan manusia. Agar perlindungan varietas tanaman terarah dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan meminimalkan sengketa hukum di belakang hari, maka Pusat Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan sosialisasi “Quality Assessment and Standardization of DUS Testing for PVP in Indonesia”. Sosialisasi yang diikuti oleh peneliti Balit Lingkup Badan Litbang Pertanian di Jawa Timur, Perusahaan benih swasta dan Perguruan Tinggi ini dilaksanakan selama dua hari, dibuka Rabu (6/7/2011) di aula serbaguna Balitkabi.

Dr. Sholihin peserta dari Balitkabi menerima sertifikat partisipasi dari Narasumber.


Katie Pont dan Marian van Leeuwen dari Naktuinbouw Variety Testing Departement


Para peserta bersama dua narasumber.

Indonesia Kaya Sumberdaya Genetik

Indonesia adalah negara yang mempunyai sumberdaya genetik terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Keanekaragaman varietas lokal dan hasil penelitian yang beragam menghiasi kekayaan nusantara. Maka kita harus melindungi kakayaan sumberdaya genetik itu. Salah satu caranya adalah dengan mendapatkan sertifikat hak PVT dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP). Imbauan itu dengan tegas disampaikan Kepala Pusat PVTPP, Ir. Gayatri K. Rana, M.Sc. saat pembukaan “Quality Assessment and Standardization of DUS Testing for PVP in Indonesia” di aula serbaguna Balitkabi Rabu (6/7/2011).

Selain itu, beliau menjelaskan tujuan sosialisasi ini adalah untuk mendorong peningkatan jumlah permohonan perlindungan varietas tanaman. “Varietas tanaman yang sudah mendapatkan hak PVT selain menjamin hak kekayaan intelektual juga menjamin ketersediaan benih bermutu”, tambah beliau.

Sebagai narasumber adalah Katie Pont dan Marian van Leeuwen dari Naktuinbouw Variety Testing Departement. Katie menyampaikan materi General Principles in DUS Testing. Sementara Marian memaparkan materi Examining Distinctness, Examining Uniformity and Stability, Establishing and Maintaining the Reference Collection, dan Management Qualiti of DUS Testing. Semua paparan disampaikan pada hari pertama, sedangkan hari ke-2, kegiatan lebih ditekankan pada penilaian kualitas pelaksanaan Uji Buss.

Winarto, berdasarkan laporan Sagitarius dan Febri.