Berita » Balitkabi Berpartisipasi pada Seminar Nasional: Intellectual Property System and Development

ketut_edt

Mewakili Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) menugaskan seorang peneliti senior untuk berpartisipasi aktif dalam Seminar Nasional: Intellectual Property System and Development di Surabaya 27-28 Juni 2013; yang diorganisir oleh Word Intellectual Property Organization (WIPO) bekerjasama dengan “Direktorat Jendral Multilateral, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia”. Seminar tersebut diikuti oleh berbagai wakil dari Kementerian terkait, Batan, BPPT, LIPI, Universitas Indonesia, IPB, UGM, UNAIR, UNIBRAW, Universitas Kristen Petra dan berbagai Asosiasi Pengusaha. Dari presentasi Mr. Candra N Darusman (Deputy Director, WIPO Singapore Office, Singapore) perihal : Economic Perspective of IP: Bridging IP to the Market.; nampak bahwa betapa pentingnya menanamkan visi penelitian berorientasi paten yang berdampak nyata pada pembangunan ekonomi suatu negara. Pada tingkat ekonomi makro manfaat dari IP adalah: (a) Increase GDP and competitiveness, (b) Enhance exports of high value, (c) Stimulated R&D, (d) Technological advancement, (e) Reduce brain drain by providing incentive, (f) Help address national human needs, (g) Develop national brand and cultural identity and reputation, (h) Attract beneficial FDI and local investment and (i) job creation. Sementara pada tingkat ekonomi mikro manfaat dari IP adalah: a) Create portfolios of IP as a source of competitive advantage, (b) Enhance products and promote brand value, (c) Enhance corporate value, (d) Avoid and depend against litigation and (e) Provide incentive and recognition of creativity.

Mr Irfan Baloch, Director, Development Agenda Coordination Division, WIPO, saat menyampaikan presentasi 45 Agenda untuk membantu negera-negera berkembang dalam pengembangan sistem kekayaan intelektual (Intellectual Property System and Development). Informasi selengkapnya dapat dilihat pada http://www.wipo.int/ip-development/en/agenda

Sementara itu, Ms Ina H. Krisnamurthi dari Direktorat Jendral Multilateral, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia; mengemukakan bahwa sampai saat ini Indonesia belum pernah mengajukan proposal kepada WIPO terkait dengan 45 rekomendasi Agenda Pembangunan WIPO, khususnya berbagai aspek yang terkait dengan HKI dan strategi HKI nasional. Untuk itu sebagai langka kongkrit dari seminar ini akan segera diusulkan proposal kepada WIPO yang sekiranya dapat memperkuat pengembangan sistem kekayaaan Intektual di Indonesia.

I K Tastra/AW