Berita » Balitkabi Berpartisipasi Dalam Workshop Optimalisasi Pengelolaan Usaha Tani Kedelai Dalam Rangka Upsus

Serpong, (21/05/2015). Dalam rangka mengoptimalkan penerapan “PENGELOLAAN USAHA TANI KEDELAI DALAM RANGKA UPSUS” Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian bekerjasama dengan Direktorat Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian telah menyelengarakan kegiatan khusus Optimalisasi Pengembangan Mekanisasi Usahatani Kedelai, tanggal 18-22 Mei, yang diikuti oleh 50 Gapoktan/Poktan dari berbagai Kabupaten di Indonesia.

22-5-15

Pada umumnya peserta Gapoktan sudah mempunyai pengalaman dalam menggunakan Alsintan dalam sistem budidaya kedelai, namun masih perlu dioptimalkan agar kinerja semakin baik. Untuk itu, Ir I Ketut Tastra, MS yang ditugasi Balitkabi menyampaikan materi “Teknik Budi Daya dan Pasca Panen Kedelai” menekankan disamping ketrampilan dalam mengoperasikan Alsintan, para petani Gapoktan juga harus memahami bahwa setiap varietas unggul kedelai mempunyai sifat fisik dan panas yang berbeda.

Pengetahuan sifat fisik dan panas kedelai berguna dalam mengoptimalkan kinerja Alsintan pascapanen untuk mengurangi susut mutu benih kedelai. Umumnya varietas kedelai berbiji kecil/sedang lebih tahan terhadap beban mekanis dan deraan suhu dibandingkan dengan varietas kedelai berbiji besar.

Untuk itu, putaran mesin perontok untuk kedelai berbiji besar (400-450 rpm) harus lebih kecil dari kedelai berbiji kecil (450-500 rpm). Sementara, suhu pengeringan untuk kedelai berbiji besar (40-45oC) harus lebih rendah dari kedelai berbiji kecil/sedang (45-50oC). Informasi selengkapnya dapat diunduh di bawah ini.

Download

IKTastra/Winarto/Supiyandi