Berita » Balitkabi Raih Paten Mie Ubijalar

Mie kering ubijalar ungu

Mie kering ubijalar ungu.

Sesuai dengan tagline yang diusung oleh Balitbangtan, yakni science, innovation and networks, hasil penelitian Balitbangtan yang bermuara pada dihasilkannya paten sebagai suatu bentuk inovasi, diharapkan dapat mendukung posisi Balitbangtan sebagai salah satu lembaga riset berkelas dunia.

Tanggal 24 November 2016, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan sertifikat untuk komposisi mie ubijalar yang diusulkan oleh peneliti Balitkabi, dan secara resmi sertifikat tersebut diterima pada awal bulan April 2017.

“Proses yang panjang sejak tahun 2013 dengan pendampingan dari Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), telah dilewati dalam penyusunan dokumen paten, pendaftaran, masa publikasi, asistensi, hingga akhirnya terbit sertifikat paten,” ungkap Erliana Ginting, M.Sc, salah satu inventor mie ubijalar.

Mie kering ubijalar orange

Mie kering ubijalar orange.

“Ide untuk mematenkan komposisi mie ubijalar ini dilatarbelakangi oleh tingginya proporsi terigu untuk pembuatan mie (55%), sementara gandum sebagai bahan baku terigu masih harus diimpor sebesar 7 juta ton/tahun,” tutur Erliana. Mie yang disubstitusi dengan tepung ubijalar maksimal hanya 20% karena tidak mengandung gluten seperti halnya pada terigu.

Hal ini menyebabkan tekstur mie menjadi kurang elastis/kenyal dan mudah putus. Penggunaan pasta ubijalar ternyata dapat mensubstitusi terigu hingga 40% pada pembuatan mie dan tekstur mie lebih baik dibandingkan jika menggunakan tepung.

Selain itu penggunaan pasa juga lebih menguntungkan karena tahapan pengolahannya lebih ringkas daripada tepung dan rendemen per kilogram umbi segar juga lebih tinggi (sampai dengan 100%) bila dibandingkan dengan tepung ubijalar (21−30%).

Mie menjadi lebih menarik dengan penggunaan pasta ubijalar ungu dan orange/jingga. Kandungan antosianin ubijalar ungu dapat berfungsi sebagai antioksidan dan kandungan betakaroten pada ubi orange/jingga yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A maupun sebagai antioksidan membuat mie ubijalar lebih sehat, sehingga dapat dipromosikan sebagai pangan fungsional. Kandungan nutrisi mie ubijalar terutama kandungan proteinnya telah memenuhi syarat SNI 01-3551-2000 yaitu minimal 9%.

Sajian mie goreng ubijalar ungu dan orange berbahan baku 40% pasta ubijalar

Sajian mie goreng ubijalar ungu dan orange berbahan baku 40% pasta ubijalar.

Promosi mie ubijalar telah dilakukan melalui kegiatan pameran, baik tingkat lokal/daerah maupun tingkat nasional dan mendapatkan respons yang cukup baik. Kegiatan promosi harus terus dilakukan terutama kepada pihak UKM/Industri, agar produk mie ini dapat dikembangkan sebagai usaha komersial, dapat diproduksi dalam skala menengah dan besar untuk dapat dinikmati oleh masyarakat.

EG/RY