Berita » Balitkabi Aktif Semarakkan Gebyar Perbenihan 2014

Benih tidak hanya sebagai pembawa kehidupan dan teknologi, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian. Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan agenda tahunan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan yang dilaksanakan oleh BPSB Jawa Tengah di Karangduren, Sawit, Boyolali, 10–11 September 2014 dan bertemakan Benih Varietas Unggul Bermutu Mendukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan. Inovasi varietas asal Badan Litbang Pertanian (kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan ubijalar diperagakan di lapang). Partisipasi Badan Litbang Pertanian yang mengutus Balitkabi juga pada peragaan olahan di saung yang ada di lapang, pameran dan dipercaya berperan dalam sarasehan Pengembangan perbenihan kedelai dan pada Temu teknologi perbenihan tanaman pangan.Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo, yang didampingi Direktur Budidaya Serealia (mewakili Plt. Dirjentan Pangan) dan Bupati Boyolai pada saat melihat gelar teknologi varietas di lapang memberikan apresiasi dan benar-benar memperhatikan secara detail setiap peragaan varietas. Setiap varietas difoto. Kepada media massa yang hadir di lapang, sambil memegang hasil olahan aneka umbi di tangan kiri dan memegang buku resep di tangan kanan, Gubernur Jateng menyampaikan teknologi yang tersedia, bagaimana pengguna secara mudah dapat mengaksesnya, dan kita semua harus mampu menunjukkan sumber inovasi dan bahan baku yang diperlukan kepada pengguna. Makanya setiap varietas dan hasi, olahan saya foto, akan saya upload dan akan menjadi informasi yang massif, dan harus ditinjaklanjuti. Ini menjadi penggerak perekonomian. Sebelum meninggalkan saung menuju arena pembukaan gebyar, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Balitkabi melalui Rahmi Yulifianti, STp, peneliti Balitkabi.

Gubernur Jateng, tak hanya memberikan pengarahan, namun juga mendokumentasikan sekaligus mengunggah ke internet kegiatan di Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan, di Boyolali, 10-11 September 2014Mengawali sambutannya pada pembukaan gebyar, Gubernur Jateng menyampaikan bahwa kedaulatan pangan secara harfiah diartikan “mulut makan dengan selera mulut”, jangan dipaksa-paksa. Pimpinan sekarang harus ada gerakan dan cerewet. Pelayanan kepada pengguna harus dikedepankan dan berikan informasi bahwa inovasi itu ada, bisa, dan tidak membingungkan pengguna. Harus jelas bahwa ada benihnya, ada di mana, dan ada teknologinya. Gebyar semacam ini sangat bagus dan berdampak terhadap resonansi dan diseminasi. Disampaikan juga bahwa apa yang diperagakan oleh Balitbangtan ini, benar-benar bisa menangkal sindiran yang ada sekarang bahwa litbang adalah sulit berkembang, otomatis sudah bisa dieliminir. Di Indonesia litbang yang paling produktif adalah Badan Litbang Pertanian.Peragaan pameran juga mendapatkan sambutan dari pengunjang dan peserta Gebyar. Balitkabi diharapkan tetap berpartisipasi ada Gebyar Perbenihan tahun 2015 yang direncanakan di NAD. Sukses dan jayalah Balitbangtan dan Balitkabi.

MMA/AW