Berita » Balitkabi Siap Dukung HPS ke 39 di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

hps

Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2019 di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Untuk mendukung persiapan pertanaman display di lapangan maka pada minggu ketiga Juli 2019 Tim dari Balitkabi yaitu Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi, Kasie Jaslit BS Koentjoro, SP., M.Kom serta Pemulia Kedelai Dr. Titik Sundari bertolak ke Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk melakukan koordinasi dan survei di calon lokasi HPS ke 39 tersebut.

Koordinasi pelaksanaan HPS telah dilakukan dengan peserta antara lain : Ditjen Perkebunan, Dinas Perkebunan Propinsi Kendari, Dinas Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Puslitbang Perkebunan, Puslitbang Tanaman Pangan, BPATP, Balai Besar Pasca Panen, BPTP Kendari, Balitkabi dan BB Padi. Koordinasi dilakukan di lokasi yang direncanakan untuk lokasi HPS yaitu di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Pada pertemuan ini dibahas tentang tugas dari masing-masing institusi dan rencana kegiatan yang harus segera dilakukan untuk mempersiapkan lokasi display serta meninjau lokasi dan kondisi pertanaman kakao yang direncanakan untuk acara panen pada HPS ke 39.

Rapat koordinasi menghasilkan beberapa poin diantaranya yaitu : (1) Biaya ganti rugi dan pengadaan lahan untuk lokasi tenda dan display menjadi tanggung jawab Pemerintah Propinsi Kendari melalui Dinas Perkebunan Propinsi Kendari, (2) Pembongkaran lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui koordinasi Dinas Perkebunan Kabupaten Konawe, dan (3) Balitkabi siap mendukung display pertanaman aneka Kabi di lapangan.

Suasana rapat koordinasi di lokasi

Suasana rapat koordinasi di lokasi

Gambaran sepintas lokasi yang akan digunakan untuk HPS ke 39

Gambaran sepintas lokasi yang akan digunakan untuk HPS ke 39

Koordinasi lanjutan dilaksanakan di Aula BPTP Kendari yang dihadiri oleh beberapa UPT lingkup Badan Litbang Pertanian yaitu : Balitkabi, BB Padi, Balitsa, BBP2TP, BB Pasca Panen, BPTP Kendari, dan Puslitbangbun. Hasil koordinasi lanjutan yaitu : (1) Site plan gelar teknologi SUT dan panen kakao, bioindustri, pajale, bimtek, KRPL, integrasi, serta areal inti acara seluas 3 ha, (2) Terkait komoditas akabi, dimohon dukungan Balitkabi untuk menyediakan teknologi praktis untuk komoditas akabi, dengan informasi bahwa jarak tanam kakao 3 m x 3 m, olah tanah harus minimum untuk menghindari kerusakan akar kakao, penanaman komoditas pajale dilakukan setelah pemangkasan dan sambung samping, (3) Perlu segera disediakan sumber air, mengingat kegiatan sambung samping tanaman kakao harus segera dimulai dan setelah sambung samping selesai segera dilakukan penanaman komoditas pajale yang juga membutuhkan air, (4) Penanaman komoditas pajale dan aneka kabi di antara lorong tanaman kakao diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi petani untuk mengembangkan komoditas pajale di areal peremajaan tanaman kakao dengan potensi peremajaan 1000 ha, (5) Penempatan display bioindustri perlu dipikirkan lokasinya secara cermat, serta (6) Integrasi kakao dengan ternak, apabila mendatangkan 100 ekor kambing perlu antisipasi sumber pakannya.

Suasana rapat di Aula BPTP Kendari

Suasana rapat di Aula BPTP Kendari

Tim Balitkabi dengan tim BB Padi terus berkoordinasi berkaitan dengan kemajuan pelaksanaan penyiapan lahan untuk display komoditas pajale. Untuk mempercepat penyiapan lahan yang akan ditanami komoditas padi, jagung, dan kedelai maka tim dari BPTP Kendari diminta untuk menyediakan peralatan untuk merompes dan sambung samping tanaman kakao misalnya gergaji. Mari dukung HPS ke 39, semoga display inotek akabi dari Balitkabi berhasil dengan baik dan sukses untuk HPS ke 39.

Kondisi pertanaman kakao yang belum dirompes dan yang sudah dirompes siap untuk sambung samping

Kondisi pertanaman kakao yang belum dirompes dan yang sudah dirompes siap untuk sambung samping

TS/RD