Berita » Balitkabi Siap Lepas Calon Var. Kacang Tanah Toleran Aspergillus flavus dan Lahan Marjinal

seminarjan1

  Balitkabi siap lepas tiga calon varietas unggul kacang tanah, tahan Aspergilus flavus, adaftif di lahan bermasalah, dan tahan penyakit daun. Ketiga galur tersebut adalah GH51, GH4, dan GH5. Galur GH51 memiliki ketahanan terhadap kekeringan pada fase generatif, tahan Aspergillus flavus, dan cemaran aflatoksin. GH4 dan GH5 selain produksinya tinggi juga unggul karena tahan terhadap penyakit daun, dan toleran untuk lahan kering masam dengan kejenuhan Al sedang. Demikian terungkap dari dua makalah pada Seminar Internal Balitkabi, 31/1/2012 siang.     Tahan Aspergillus flavus Rencana pelepasan varietas GH51 dipresentasikan oleh Ir. Joko Purnomo M.S., lewat makalah/proposal berjudul ”Kacang Tanah GH51: Galur Unggul Kacang Tanah Toleran Kekeringan Fase Generatif, Tahan Aspergillus flavus dan Cemaran Aflatoksin”. GH51, menurut Pak Joko, merupakan pedigri nomor LM/IC87123-93-B-32, yang merupakan silangan antara lokal Lamongan dengan ICGV 87123 (introduksi dari ICRISAT, India). Seleksi ketahanan terhadap kekeringan dimulai sejak generasi F2–F4 secara Pedigri dan menggunakan kriteria seleksi yang didasarkan pada nilai indeks toleransi terhadap kekeringan (STI). Dari hasil uji ketahanan terhadap cendawan A. flavus dan cemaran Aflatoksin di lapangan, pada tahun 2002, GH51 menunjukkan ketahanan terhadap cendawan A. flavus dan cemaran Aflatoksin terendah mengalahkan Turangga dan beberapa varietas lain. Potensi hasil GH51 mencapai 6,2 t/ha polong segar dengan rata-rata 4,9 t/ha. Potensi hasil polong kering dari galur ini mencapai 3,6 t/ha dengan rata-rata 2,7 t/ha, berarti 12,5% lebih tinggi dibanding varietas Kancil. Keunggulan lain GH51 adalah cukup tahan terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), cukup tahan terhadap penyakit bercak dan karat daun, dan cukup toleran terhadap kekeringan fase generatif. Dengan umur masak yang cukup genjah (85–90 hari), Pak Joko berpendapat bahwa galur ini potensial berhasil dibudidayakan di lahan-lahan dengan jumlah bulan basah yang rendah. Saat ini, di Balitkabi telah menyediakan benih inti GH51 sebanyak 75 kg dan benih penjenis sebanyak 350 kg. Rencana pelepasan varietas GH51 dipresentasikan oleh Ir. Joko Purnomo M.S. Adaftif Lahan Kering Masam Salah satu hambatan peningkatan produktivitas kacang tanah di lahan kering masam adalah kejenuhan Al. GH4 dan GH5, selain produksinya tinggi, merupakan calon varietas kacang tanah yang tahan terhadap kejenuhan Al sedang, dan tahan penyakit daun. Menurut Prof. Astanto Kasno, GH4 dan GH5 siap dilepas menjadi varietas unggul. Makalah lengkap usulan pelepasan disampaikan oleh Prof Astanto, dengan judul ”Kacang Tanah Galur GH4 (P 9816-20-3) dan GH5 (Mn/92088//92088-02-B-0-1-2) Hasil Tinggi, Tahan Penyakit Daun, dan Adaptif Lahan Kering Masam dengan Kejenuhan Al Sedang”. GH4 merupakan hasil persilangan antara varietas Macan dengan ICGV 81234, sedangkan galur GH5 adalah hasil persilangan lokal Muneng dengan ICGV 82088. Metode pemuliaan kedua galur tersebut menggunakan seleksi bulk termodifikasi dan seleksi melalui uji daya hasil. Menurut Prof. Astanto, kedua galur tersebut memiliki keunggulan karena adaptif dan toleran pada lahan kering masam dengan kejenuhan Al sedang. Dari hasil pengujian di Lampung Selatan dan Lampung Tengah, GH4 dan GH5 mampu menghasilkan polong lebih baik dibanding varietas Jerapah. Hasil uji adaptasi di 16 lokasi menunjukkan bahwa dibanding varietas Jerapah, galur GH4 unggul di delapan lokasi dan seimbang di tujuh lokasi pengujian. Dibandingkan varietas Kancil, GH4 menang di sembilan lokasi dan seimbang di enam lokasi pengujian. Hasil pengujian di 16 lokasi, GH5 unggul di 14 lokasi dan seimbang di satu lokasi dibanding varietas Jerapah, dan menang di 11 lokasi dan seimbang di lima lokasi dibanding varietas Kancil. Dari pengujian di 16 lokasi tersebut, galur GH4 dan GH5 memiliki potensi hasil polong kering masing-masing 4,25 t/ha dan 3,80 t/ha dengan hasil rata-rata yaitu 3,0 t/ha. Prof. Astanto menambahkan, baik galur GH4 maupun GH5 keduanya sama-sama memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun. Rencananya, galur GH4 akan diusulkan dengan nama ”Litbang KTH 1” sedang GH5 akan diberi nama ”Litbang KTH 2”. Prof. Astanto Kasno, pemulia kacang tanah, siap usulkan GH4 dan GH5 menjadi varietas unggul Suasana Seminar Internal Balitkabi membahas Usulan Pelepasan Varietas Unggul Kacang Tanah (Selasa, 31/1/2012)   Apri/Win