Berita » Balitkabi Tawarkan Biolec dalam RTM Badan Litbang Pertanian

rtm_g1_0

Teknologi unggul yang bernilai HKI merupakan aset bisnis yang perlu ditransfer ke industri untuk dikembangkan secara komersial, karena pengembangan agribisnis memerlukan Inovation and capital driven demi terwujudnya pertanian industrial yang berdaya saing. Badan Litbang Pertanian dituntut untuk menguasai dan mengem­bangkan IPTEK yang tangguh, modern, berdayasaing, dan efisien, juga ramah lingkungan. Dengan kian banyaknya inovasi dihasilkan, maka penderasan inovasi teknologi hasil litbang di bidang pupuk dan pestisida hayati akan berdampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian.

Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan promosi teknologi pupuk dan pestisida hayati yang dikemas dalam “ROUND TABLE MEETING” (RTM) antara peneliti dengan dunia usaha, dengan tema: “INOVASI TEKNOLOGI PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN“. RTM diselengggarakan pada 30 Maret 2012 di Jakarta Convention Center, diikuti 150 orang terdiri dari peneliti dan perusahaan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha sarana produksi pertanian. Balitkabi diwakili oleh Prof. Dr. Marwoto, Ir. Arif Musaddad, Dr. Yusmani Prayogo. RTM dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian Perkebunan. Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Pertanian menegaskan bahwa Badan Litbang Pertanian perlu bersinergi dengan dunia usaha untuk mengimplementasikan hasil penelitian menjadi produk yang dapat dikomersialkan oleh pengusaha yang bergerak dalam sarana produksi pertanian. Dalam diskusi Badan Litbang Pertanian menawarkan enam produk hasil penelitian, dua produk pupuk hayati dan empat produk biopestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Dari enam produk yang ditawarkan salah satunya adalah bioinsektisida Biolec dari hasil penelitian Balitkabi. Dr Yusmani; inventor Biolec, menjelaskan bahwa Biolec merupakan bioinsektisida yang berbahan aktif cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii. Biolec efektif mengendalikan berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Sasaran Biolec adalah terhadap serangga hama dari ordo Homoptera, Lepidoptera, Coleoptera dan mampu memparasitasi beberapa spora penyakit yang bersifat obligate antara lain karat daun, downy mildew serta powdery mildew. Di samping itu Biolec juga efektif untuk mengendalikan nematoda parasit tanaman. Keunggulan Biolec adalah: 1) bersifat ovisidal, 2) mudah dibiakkan pada media tumbuh yang murah dan mudah didapat, 3) tidak menyebabkan resistensi terhadap serangga hama sasaran, 4) tidak mencemari lingkungan, 5) aman terhadap serangga berguna (parasit dan predator) dan 6) kompatibel dengan cara pengendalian yang lain. Pertanyaan tentang Biolec muncul berkisar pada formulasi dan daya tahan efektivitas Biolec dalam penyimpanan. Formulasi Biolec dapat dibuat dengan mudah dan murah dalam bentuk tepung dengan bahan tepung jagung. Biolec dapat bertahan hingga dua tahun dalam kemasan. Pada suhu kamar pun Biolec masih tetap efektif. PT Petrosida dan PT Mitra Kreasidharma menaruh perhatian serius, dan secara intensif dibicarakan dalam diskusi kelompok. Tindak lanjut dari diskusi ini Balitkabi akan diundang untuk mempresentasikan Biolec secara rinci di perusahaan.

Gambar 1.  Dr Yusmani Prayogo diantara presenter lain dan sedang mempresetansikan Biolec.

Gambar 2. Prof. Dr. Kusumo (kiri) memandu Diskusi kelompok bioinsektisida pada RTM
Badan Litbang Pertanian, 30 Maret 2012.