Berita » Balitkabi Tawarkan Teknologi dan VUB untuk Tingkatkan Produksi Kacang Tanah di Kediri

Dalam rangka Peningkatan Produksi dan Produktivitas Aneka Kacang (kacang tanah) di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengembangkan komoditas kacang tanah seluas 9 ha di 3 kabupaten, di antaranya di Kabupaten Kediri seluas 3 ha.

Dalam rangka saling tukar informasi antara petani, peneliti, dan penyuluh maka dilakukan kegiatan Farm Filed Day-FFD (Hari Temu Lapangan Petani) yang dilakukan pada tanggal 3 November 2016 di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Pertemuan dihadiri sekitar 50 peserta dari Camat Semen, Diperta Jatim, Diperta Kab. Kediri, Dinas Perdagangan, Perwakilan dari perusahaan Dwi Kelinci, Muspika, PPL, dan petani dari Kelompok Tani Sido Muncul desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Pertanaman kacang tanah di Kabupaten Kediri cukup luas mencapai sekitar 3200 ha, dan di Kecamatan Semen sekitar 1200 ha, dan di Desa Joho sekitar 67 ha. Areal pertanaman di Desa Joho merupakan lahan berbukit dan kacang tanah biasa ditanam pada musim kemarau II sekitar Juli‒Oktober/November setelah padi dan jagung.

Varietas yang biasa ditanam adalah varietas tipe valensia (Kelinci) namun masyarakat menyebut varietas hibrida. Pada percontohan ditanam Varietas Tuban yang merupakan bantuan dari Diperta Jatim. Hasil varietas Tuban sekitar 2 t/ha.

4-11-16

Beberapa permasalahan yang biasa ditemui petani antara lain: populasi, penyakit terutama layu, dan pemasaran (harga saat panen raya). Untuk mengatasi masalah produksi dan kualitas hasil kacang tanah tersebut, Balitkabi yang diwakili oleh Ir. Trustinah, M.S., menawarkan solusi yaitu penerapan teknologi budidaya, mencakup penggunaan varietas unggul yang sesuai, pemupukan, populasi, serta beberapa hal yang berkaitan dengan prapanen dan pascapanen yang berpengaruh terhadap hasil dan kualitas hasil.

Perusahaan Dwi Kelinci juga menawarkan untuk menerima produk baik polong basah maupun polong kering dengan beberapa persyaratan, diantaranya: jenis kacang yang diterima tipe spanish (2 biji/polong), polong segar tidak lebih dari 48 jam, harga disesuaikan dengan kualitas polong (proporsi polong tua dan polong muda).

Untuk produk polong kering, maksimum 1 bulan sejak panen dengan kualitas baik dan tidak berjamur, dan rendemen yang baik (di atas 60%).

Dinas Pertanian Kabupaten Kediri berencana membuat demplot beberapa varietas kacang tanah untuk dikenalkan kepada petani sebagai alternatif varietas yang sudah ada. Dengan demikian diharapkan produktivitas kacang tanah di kabupaten Kediri dapat ditingkatkan.

Trustinah