Berita » Balitkabi Teliti Prospek Pengembangan Teknologi Unggul Produksi Kedelai Pada Lahan Pasang Surut

Lahan sub optimal berpeluang dimanfaatkan untuk penambahan luas areal tanam kedelai. Salah satu lahan sub optimal yang dapat dimanfaatkan adalah lahan pasang surut. Teknologi bercocok tanam kedelai yang sedang giat digencarkan di lahan pasang surut adalah Budidaya Jenuh Air (BJA) untuk kedelai.

16-11-16

Definisi BJA yang dikembangkan saat ini ialah penanaman kedelai dengan mempertahankan ketinggian genangan air maksimum 15 cm dari permukaan tanah menggunakan pengairan terus-menerus. Teknologi ini telah didiseminasikan di Palembang, Jambi, dan Lampung. Produktivitas varietas unggul nasional Tanggamus dan Cikuray dapat mencapai 4 ton/ha dengan teknologi tersebut.

Prof. Subandi, peneliti senior Balitkabi, mengusulkan evaluasi teknologi BJA dan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai yang saat ini telah berkembang, dari segi kelayakan teknis dan sosial ekonomi.

Usulan ini disampaikan dalam seminar proposal penelitian lingkup internal Balitkabi pada tanggal 15 November 2016. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menyusun rekomendasi budidaya kedelai di lahan pasang surut.

Penelitian akan dilaksanakan mulai Februari 2017 di Kalimantan Selatan dan Jambi. Teknologi BJA, PTT, dan PTT perbaikan diaplikasikan sebagai perlakuan dalam rangka mengevaluasi dan menyusun rekomendasi teknologi budidaya kedelai di lahan pasang surut.

Kegiatan berbasis output menjadi dasar pemikiran setiap kegiatan Badan Litbang Pertanian, termasuk Balitkabi di dalamnya.

Oleh karena itu, kelayakan sosial ekonomi yang meliputi tanggapan petani terhadap teknologi, kemudahan teknologi untuk diaplikasikan oleh petani, serta dampak teknologi terhadap kesejahteraan petani, menjadi variabel pengamatan dalam penelitian yang diusulkan oleh Prof. Subandi, selain variabel komponen hasil.

Balitkabi juga akan menggandeng pihak lain dalam pelaksanaan penelitian, yaitu pencetus teknologi BJA yang berkembang saat ini, perguruan tinggi di lokasi penelitian, BPTP dan Dinas Pertanian setempat.

PHP