Berita » Balitkabi Tembus Kembali Hutan Porang di Madiun

Pengamatan berkala tanaman porang oleh tim peneliti Balitkabi di desa Klangon, kec. Saradan kab.Madiun.

Pengamatan berkala tanaman porang oleh tim peneliti Balitkabi di desa Klangon, kec. Saradan kab.Madiun.

Semakin populernya tanaman porang karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan diminati pasar ekspor. Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah melakukan eksplorasi porang di daerah sentra porang Madiun dan berencana akan melepas varietas lokal porang Madiun. Kali ini guna mendapatkan data dukung pelepasan varietas tim peneliti Balitkabi yang terdiri dari : Dr. Febria Cahya Indriani, Sutrisno, S.P., Siti Mutmaidah, S.P., dan Amri Amanah, S.P., M.Sc kembali melakukan pengamatan pertumbuhan dan karakteristik porang di desa Klangon, Kec. Saradan, Kab. Madiun pada pertengahan Februari 2020. Pengamatan meliputi : karakterisasi morfologi, pengamatan intensitas sinar matahari di pertanaman porang, pengambilan sampel tanah dan pengambilan sampel untuk kultur jaringan porang. Selain itu juga mengambil sampel tanaman terserang penyakit, yang selanjutnya akan diidentifikasi di Laboratorium Hama dan Penyakit Balitkabi.

Pengamatan berkala di pertanaman porang (kiri) dan wawancara dengan ketua LMDH Pandan Asri Bapak Dikir (Kanan) di desa Klangon, kec. Saradan, kab.Madiun

Pengamatan berkala di pertanaman porang (kiri) dan wawancara dengan ketua LMDH Pandan Asri Bapak Dikir (Kanan) di desa Klangon, kec. Saradan, kab.Madiun

Menurut Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Pandan Asri Bapak Dikir, porang sudah mulai ditanam di desa Klangon sejak tahun 1985 dan hingga saat ini terdapat 69 LMDH yang menanam porang, bahkan 8 LMDH diantaranya sangat intensif membudidayakan porang. Hampir seluruh warga desa di sana sebanyak 803 KK merupakan petani porang, dan 14 orang diantaranya adalah pengepul. Petani membudidaya tanaman porang dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani seluas 550 Ha, tahun depan akan dikembangkan hingga 750 ha. Saat ini kesejahteraan petani porang di Madiun semakin meningkat, kata Pak Dikir. Hal ini karena harga jual porang yang tinggi, umbi basah (harga Rp 9.000 – Rp11.000), katak/bulbil Rp 40.000-Rp 200.000.), chip (harga Rp 56.000-Rp 58.000).

Petani di sana juga mendapat kepercayaan dari salah satu Bank Pemerintah untuk memperoleh pinjaman lunak berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pinjaman ini sangat bermanfaat bagi petani dan pengepul porang untuk mengembangkan usaha tani mereka. Disampaikan juga akan dirintis pembentukan Paguyuban Produksi Porang Indonesia di kabupaten Madiun agar petani mempunyai posisi tawar terhadap produk mereka sehingga harga komoditas porang lebih stabil.

Balitkabi juga akan membuat demplot gelar inovasi teknologi budidaya dan pembibitan porang bertempat di halaman belakang kantor BPP Saradan. Kepala BPP Saradan Budi Murtejo,S.ST., menyampaikan dukungannya untuk mewujudkan demplot porang dengan harapan dapat menjadi percontohan bagi petani porang sehingga dapat meningkatkan produksi porang.

Tim peneliti porang Balitkabi bersama kepala BPP Saradan meninjau persiapan pembuatan demplot porang di halaman BPP Saradan (kiri) dan bibit porang untuk demplot (kanan)

Tim peneliti porang Balitkabi bersama kepala BPP Saradan meninjau persiapan pembuatan demplot porang di halaman BPP Saradan (kiri) dan bibit porang untuk demplot (kanan)

FCI/ SM/ SUT/AA