Berita » Balitkabi Tingkatkan Kemampuan Budi Daya Ubi Kayu Petani Siantar

Kegiatan pelatihan “Training for Cassava Production and Processing Technology” merupakan salah satu rangkaian kegiatan besar “Developing Value‐Chain Linkages to Improve Smallholder Cassava Production Systems in Vietnam and Indonesia” yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2015. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah University of Queensland (Australia), CIAT (International Center for Tropical Agricultural), Balitkabi (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi), dan Universitas Brawjijaya Malang dengan menggandeng stakeholder PT Bumisari Prima (Pematang Siantar). Penyandang dana kegiatan adalah ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research).

Tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk menambah wawasan petani ubi kayu binaan PT Bumisari dalam menerapkan teknik budi daya ubi kayu yang baik serta mengenalkan dan melatih para petani untuk membuat aneka produk olahan berbahan baku  ubi kayu, sehingga kegiatan dari hulu ke hilir tercapai.

Acara diselenggarakan di Pematang Siantar tanggal 1 Oktober 2017 yang diikuti oleh sekitar 65 orang yang terdiri dari pihak UQ-CIAT-ACIAR 5 orang, Balitkabi 5 orang, Universitas Brawijaya 1 orang, PT Bumisari Prima 10 orang, Dinas Pertanian Kabupaten Siantar 2 orang dan para petani sekitar 42 orang. Para petani yang diundang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Madya Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Toba Samosir.

Materi pelatihan yang diberikan mengenai: (1) Teknik Budi daya Ubi Kayu oleh Ir. Yudi Widodo, M.S., (2) Pengenalan Varietas Unggul Ubi Kayu oleh Dr. Kartika Noerwijati, (3) Organisme Pengganggu Tanaman pada Ubi Kayu dan Pengendaliannya oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, M.S., dan (4) Produk Olahan Berbasis Ubi Kayu mendukung Diversifikasi Pangan oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc.

siantar

Petani sangat antuasias mengikuti dan menyimak semua yang dipaparkan. Beberapa petani menanyakan mengenai berapa jarak tanam optimal untuk  ubi kayu. Turisno, salah satu petani yang mengikuti pelatihan, menanyakan apakah saat ini sudah tersedia jenis  ubi kayu berumur genjah. Karena jika  ubi kayu umur genjah, harapannya dalam waktu 1,5 tahun dapat panen  ubi kayu dua kali. Hal lain yang ditanyakan adalah bagaimana cara mengendalikan hama kutu putih yang banyak menyerang batang dan daun  ubi kayu, serta bagaimana mengendalikan penyakit yang banyak menyebabkan umbi menjadi busuk. Semua permasalahan tersebut, dapat dijelaskan dengan baik oleh narasumber.

KN/YW