Berita ยป Balitbangtan Terus Kawal Kebangkitan Kembali Kedelai di Aceh

Hamparan kedelai menguning seluas mata memandang, yang dibatasi dengan bukit-bukit disekitarnya dapat dilihat di Desa Musa Baroh, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya tempat upacara panen raya kedelai oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Selasa, 19 Agustus 2014. Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu Kabupaten penghasil kedelai di Provinsi Aceh sejak tahun 1990an, dan pernah menghasilkan kedelai dengan tingkat produktivitas 3,2 t/ha, ujar pak Ramli seorang petani yang menekuni budidaya kedelai di Desa Bracan. Namun seiring dengan berjalannya waktu kondisi luas pertanaman kedelai menurun akibat harga kedelai yang merosot dan banjirnya kedelai impor, yang berakibat petani kedelai mulai meninggalkan budidaya kedelai. Pada tahun 2014 dengan program Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai dari Kementerian Pertanian dan jaminan harga Rp 7.500,00 per kg dari Pemerintah maka kedelai mulai Bangkit Kembali di Aceh dan luasan areal meningkat menjadi 70% dari tahun yang lalu. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dalam Ir Rajali Adami MP melaporkan bahwa sasaran luas areal tanaman kedelai di Aceh pada tahun 2014 diproyeksikan 90.000 ha dan yang melalui program PAT seluas 60.000 ha. Hingga kini luas tanam program PAT mencapai 31.0000 ha atau lebih dari 50% dan sisanya akan ditanam pada musim hujan di lahan kering. Selanjutnya dikatakan bahwa kendala utama usahatani kedelai selama ini adalah karena harga tidak menentu. Dengan ketetapan harga eceran terendah Rp 7.500,00 per kg diharapkan dapat menggairahkan petani bertanam kedelai kembali. Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan dalam sambutannya mengatakan bahwa panen raya kedelai ini merupakan wujud dari komitmen dan implementasi kita dalam melaksanakan program PAT kedelai. Upaya peningkatkan produksi kedelai melalui penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai perlu ditingkatkan, stabilitas produksi kedelai perlu dilakukan monitoring terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan penanganan pascapanen sesuai dengan teknologi tersedia merupakan kunci sukses usahatani kedelai. Ternyata hasil produktivitas di Pidie Jaya melebihi dari rata-rata nasional. Dr. Haryono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang juga Plt. Dirjen Tanaman Pangan menyatakan bahwa petani di Aceh telah siap untuk melaksanakan dan menerapkan inovasi teknologi dari Kementerian Pertanian, hal ini ditunjukkan dengan meluasnya penggunaan varietas unggul kedelai Anjasmoro. Saat ini 80% permintaan benih sumber memilih varietas Anjasmoro. Keunggulan varietas Anjasmoro berbiji besar mirip kedelai impor bahkan kandungan protein lebih tinggi, polong tahan pecah dan potensi produkstivitas dapat mencapai 3 t/ha. Varietas ini telah menggeser varietas lokal. Selanjutnya Badan Litbang Pertanian telah menyiapkan varietas unggul kedelai untuk menanggulangi kekeringan dengan varietas Dering, yang toleran terhadap kekeringan pada fase generatif. Untuk program perluasan areal tanam kedelai di hutan/perkebunan Badan Litbang Pertanian telah menyiapkan varietas unggul kedelai yang tahan naungan, yang rencananya akan diusulkan dengan nama Dena (Kedelai tahan Naungan). Sedang untuk pengembangan kedelai di lahan sawah ( 60% kedelai diusahakan di lahan sawah) juga telah disiapkan varietas unggul kedelai yang adaptif di lahan sawah biji besar dan potensi hasil tinggi yang akan diusulkan dengan nama Dewah (Kedelai Sawah). Untuk pengembangan kedelai di Provinsi Aceh, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh bekerjasam dengan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi siap untuk mendampingi dan mengawal pengembangan kedelai di Aceh, kata Teuku Iskandar Pgs. Kepala BPTP Aceh. Temu lapang panen raya kedelai di Pidie Jaya diikuti oleh sekitar 1000 orang yang terdiri dari petani, ketua kelompok tani, KTNA, penyuluh, peneliti, pengusaha di bidang pertanian, perwakilan dari Bulog, Kementerian Perdagangan, Bupati Pidie Jaya, Gubernur NAD, Kementerian Pertanian dipimpin Wakil Menteri yang didampingi Dirjen Tanaman Pangan, Direktur AKABI, Direktur Pengolahan Hasil dan peneliti kedelai dari Balitkabi, Peneliti dan Penyuluh BPTP NAD).

Wakil Menteri Pertanian Memanen Kedelai bersama Penangkar Benih kedelai di Desa Musa Baroh (Bandar Baru, Pidie Jaya), Dirjen Tan. Pangan dan Peneliti dan Penyuluh


Dirtjen Tanaman Pangan dan peserta temu lapang panen raya kedelai di Pidie Jaya Aceh

Mwt dan DH/AW