Berita » Benih Bermutu Dongkrak Semangat Petani Lahan Kering di Jawa Timur

dongkrakTerobosan percepatan luas tambah tanam (LTT) padi gogo dan pengembangan tumpangsari padi gogo – jagung/kedelai di Jawa Timur. Dirjen Tanaman Pangan sebagai leader UPSUS didukung BPTP Jawa Timur, Balitkabi, UPT Litbang lainnya membantu Dinas Pertanian Tk. I dan Tk. II guna meningkatkan produktivitas padi, jagung, kedelai (PAJALE) di lahan sawah dan lahan kering. Keseriusan pemerintah menggelontorkan bantuan benih secara cepat, tepat waktu, dan tempat sasaran sesuai rekomendasi Diperta Tk.II. Menurut petani, saat mendekati musim tanam sangat sulit membeli benih yang sesuai atau harga benih mahal. Dengan bantuan benih gratis bermutu ini para petani Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Probolinggo merasa senang.

Balitkabi merupakan Tim Supervisi dan Pendampingan UPSUS peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai Provinsi Jawa Timur di tiga kabupaten, yaitu: Malang, Pasuruan, dan Probolinggo (SK. Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 549/Kpts/OT.050/8/2018). Sehubungan dengan penugasan tersebut tim Balitkabi-Balitbangtan terjun langsung berkoordinasi secara langsung maupun via telepon ke tim UPSUS Diperta Tk.I, Tk.II, Korem 083 (Kodim 0818, 0819, 0820), Kabupaten dan ke UPTD serta Koramil tingkat kecamatan. Balitkabi berkomitmen atas keberhasilan UPSUS dalam percepatan luas tambah tanam (LTT) padi gogo dan pengembangan tumpangsari padi gogo – jagung/kedelai.

Koordinasi yang dilakukan tim Balitkabi di salah satu lokasi UPSUS Kab. Probolinggo.

Koordinasi yang dilakukan tim Balitkabi di salah satu lokasi UPSUS Kab. Probolinggo.

Kab. Malang menanam padi gogo mulai awal bulan November seluas 610 ha dengan pemenuhan air tanam dari penyedotan pompa air sungai. Penyaluran benih periode kedua dilakukan petugas Diperta Tk.II Kab. Malang. Di Kab. Pasuruan sasaran wilayah tanam padi gogo monokultur (1.275 ha) dan tumpangsari padi gogo-kedelai (50 ha). Pengiriman benih bantuan oleh petugas Diperta Tk.II Pasuruan pada kelompok tani berdasarkan alokasi sasaran wilayah pengembangan padi gogo. Di Kab. Probolinggo areal padi gogo berada di kec. Wonokerto, Maron, dan Lumbang seluas 275 ha, serta 350 ha adalah areal padi gogo – jagung di Kec. Tiris dan Krucil. Kegiatan UPSUS berlokasi di Kec. Tiris (250 ha) Kab. Probolinggo. Menurut Misnari, S.P., MMA. sebagai Kepala UPTD Tiris dalam pengadaan bantuan, benih harus bermutu dan utamakan kepuasan para petani penerima. Sebagai contoh, varietas padi gogo Situ Pagendit dan jagung BISI sangat sesuai dengan preferensi petani maupun agroekologi Kec. Tiris.

Serah terima benih padi gogo, kedelai, dan jagung di Kab. Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Serah terima benih padi gogo, kedelai, dan jagung di Kab. Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Selain bantuan benih bermutu, petani pun masih mendapatkan bantuan pupuk non-subsidi sejumlah 2,8 ton NPK Phonska Plus dan 2,3 ton Urea. Bantuan pupuk non-subsidi akan diberikan pada petani pemilik lahan kering se Jawa Timur, antara lain petani di Kabupaten Nganjuk, Tuban, Malang, Probolinggo, Situbondo, Sampang, dan Pamekasan.

Hal tersebut menunjukkan perhatian pemerintah yang luar biasa pada kepentingan petani seluruh Indonesia. Tentunya dengan harapan petani akan lebih terpacu semangatnya, potensi lahan dan penggunaan inovasi yang sesuai dengan agroekologi wilayah masing-masing dapat semakin ditingkatkan.

IS/YB/JSU