Berita ยป Benih Kedelai Bantuan Litbang mulai Berkembang di Sulsel

Untuk mengantisipasi kelangkaan benih di daerah setempat, Badan Litbang Pertanian memberikan bantuan benih kedelai pada akhir 2012. Salah satu penerima bantuan adalah Provinsi Sulawesi Selatan. Benih bantuan yang terdiri kelas Benih Dasar sebanyak 500 kg (varietas Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, dan Kaba) produksi UPBS Balitkabi, diterimakan kepada Dinas Pertanian lewat BPTP Sulawesi Selatan.

Oleh Dinas Pertanian, benih tersebut didistribusikan ke Kab Wayo untuk Kelompok Tani Sipurio (Kelurahan Pinceng Pute, Kec. Tanasitolo) dan Kelompok Tani Mekar, (Ralotenreng, Kec Sabbang Paru), dan ke Kelompok Tani Atang Salo (Kel Cabang Galung, Kec. Marioriawa) Kabupaten Soppeng. Dalam memproduksi benih, kelompok tani Sipurio dan Mekar didampingi oleh petugas dari BBI dan BPSB Kab. Wajo, sedangkan Kelompok tani Atang Salo didampingi oleh petugas dari BP3K dan BPSB Kab. Soppeng.

Kelompok tani Sipurio mampu menghasilkan calon benih sebanyak 3,2 ton, Kelompok tani Mekar 2,21 ton, dan Kelompok tani Atang Salo 3,2 ton. Calon benih selanjuitnya disortasi, dan menyisakan 2,4 ton; 1,675 ton; dan 2,4 ton. Calon benih ini disertifikasikan ke BPSB untuk mendapatkan Label Ungu (Benih Pokok/BP). Benih-benih tersebut siap didistribusikan sebagai benih sumber untuk musim tanam berikutnya. Pihak yang mendistribusikan benih-benih tersebut di antaranya adalah BBI Kabupaten Wajo, dan PB Sipatuo di Kab. Soppeng.

PB Sipatuo termasuk pengkar lokal terbesar yang ada di Kab. Soppeng, yang banyak membantu penyediaan benih sumber kedelai di Sulawesi Selatan. Pemilik PB Sipatuo, Pak Riswan, menuturkan benih dari Kelompok tani Atang Salo dikembangkan lagi menjadi benih sebar (BR).

TSundari/AW