Berita » Berkomitmen terhadap Capaian LTT

lttKecukupan dan ketahanan pangan telah menjadi kuat komitmen pemerintah saat ini. Pada tanggal 19 September 2018, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan Rapat Koordinasi tentang Percepatan Luas Tanam (LTT) serta Pengembangan Tumpangsari Padigogo dan Penyediaan Benih di Jawa Timur. Rakor dilakukan di Hotel Utami Surabaya diikuti oleh jajaran Dinas Pertanian (termasuk KCD) setiap kabupaten di Jatim, BPTP Jawa Timur dan Balitkabi (Dr. Andy Wijanarko, Ir. B.S.Koentjoro S.Kom, Dr. Joko Susilo Utomo, Ir.Fahrur Rozy, Ir. Imam Sutrisno, Mutmaidah SP, dan Muchlish Adie). Rakor dipimpin langsung Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Soemarjo Gatot Irianto MS, DAA.

Arahan Dirjentan, pola bertanam padi saatnya berubah. Mengolah tanah dalam kondisi macak-macak (tanah masih berair), masih digaru dsbnya. Tidak heran jika hama keong bermunculan. Harus berubah, segera manfaatkan lahan yang ada, segera ditugal, segera ditanam. Dicontohkan di Lampung, petani sekses menanam padi sistim kering. Tidak menjadi keharusan menanam padi dengan dilumpurkan terlebih dahulu. Sekali lagi saatnya berubah, diumpamakan seperti pemesanan angkutan dengan sistim on-line.

Setiap dinas kabupaten melaporkan kemajuan LTTnya. Ragam capaian cukup besar antara kabupaten karena memang berbagai faktor penyebabnya, misalnya untuk penanaman bawang merah dsbnya. Secara umum target LTT September 2018 untuk Jatim adalah 40.145 ha dan posisi tanggal 19 September 2018 tercapai seluas 48.417 ha.

Dirjentan secara tegas menyampaikan, Jatim harus jadi barometer nasional, dan pasti bisa, masyarakat Jatim pasti bisa. Karenya Dirjentan meminta LTT sebesar 500 ha/hari, mulai tanggal 20 September hingga 30 September 2018. Disamping itu, disampaikan pula program tumpangsari jagung dengan padi gogo dan tumpangsari jagung dengan kedelai. Prinsipnya, dalam 1 ha jagung dan padi gogo demikian jagung dengan kedelai harus tetap, tidak boleh berubah, jadi dalam 1 ha dengan dua kali tanam, akan diperoleh 2 ha jagung,1 ha padi gogo dan 1 ha kedelai. September ini mulai uji coba, 2019, harus digerakkan. Inilah terobosan.

ltt1

Rakor LTT Jatim, dan rencana tumpangsari 2019.

MMA