Berita » Berlatih dengan Hati Gembira, Kue Mangkok pun Merekah….

Demikian ungkapan Tim Balitkabi yang diwakili Ir. Erliana Ginting, M.Sc. pada acara Pelatihan Diversifikasi Pangan Berbasis Aneka Umbi untuk mengapresiasi antusiasme dan semangat peserta pelatihan dari pagi hingga sore pada acara Pekan Raya Wanita GKJW ke-5 tanggal 8 Juli 2017 di Peniwen, Kabupaten Malang. Ungkapan ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh sekitar 45 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pelatihan ini merupakan salah satu upaya peningkatan peranan wanita bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya yang diprakarsai oleh Dewan Pembinaan Peranan Wanita Majelis Agung GKJW.

Pengertian diversifikasi pangan disampaikan dalam bentuk paparan mengenai potensi aneka umbi sebagai kekayaan hayati dan pangan lokal untuk diolah menjadi berbagai ragam makanan yang menarik, bergizi, dan bermanfaat bagi kesehatan serta bernilai jual sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu. Berbagai produk tersebut disajikan dalam bentuk display, antara lain kue kering/cookies (SP chocochips, lidah kucing, bola-bola cassava, canana coffee, kastengel, dan semprit), keripik balado mbote dan DC kress/pangsit mbothe, kue basah (brownies kukus ubi jalar ungu, kue mangkok ubi jalar kuning, cake tape, wingko, onbeykoek ganyong), tiwul, selai, es krim dan mie ubi jalar ungu yang dapat dicicipi oleh seluruh peserta untuk menggugah keingintahuan dan semangat mereka sebelum mengikuti kegiatan praktek. Acara icip-icip ini juga mencuri perhatian peserta dari kelas bidang lain yang ingin merasakan nikmatnya es krim ubi jalar rasa durian dan legit serta kenyalnya tiwul instan.

Antusiasme peserta jelas terlihat pada sesi praktek sekitar 10 jenis olahan, di antaranya kue mangkok, onde-onde, martabak manis, es krim, dan selai dari pasta ubi jalar, brownies kukus dan cassava blanca dari ubi kayu segar, mie dan bitterballen dari pasta kimpul (mbothe), serta dawet ganyong. Suasana hangat dan ceria yang dibangun oleh tim pelatih (Erliana Ginting, Dian A.A. Elisabeth, Yuanita Purwanindya, dan Ninik Wahyuni) bersama fasilitator Pdt. Suwito dan Pdt. David membuat peserta tidak sungkan dan aktif mengikuti sesi ini, bahkan peserta pria tidak segan ikut membuat bulatan onde-onde, memegang mixer, mencetak mie mbote, dan menggoreng. Canda tawa, tanya-jawab dan rasa bangga setiap kali berhasil menyelesaikan satu produk mewarnai sesi praktek ini yang diakhiri dengan menampilkan semua produk di atas meja, mengambil foto dan mencicipinya. Ternyata, tidak sulit untuk membuat produk yang selama ini hanya dikenal dengan ubi kukus dan ubi goreng menjadi produk yang enak dan cantik untuk disajikan. Sebagai tindak lanjut, semua peserta diminta untuk menampilkan hasil pelatihan ini di lingkungan jemaatnya masing-masing dan didorong untuk mengembangkannya menjadi usaha perseorangan atau kelompok, semoga…

bersama peserta, pelatih, dan fasilitator kelas Diversifikasi dan Kedaulatan Pangan pada acara Pekan Raya Wanita GKJW ke-5 tanggal 8 Juli 2017 di Peniwen, Kromengan, Kab. Malang.

Foto bersama peserta, pelatih, dan fasilitator kelas Diversifikasi dan Kedaulatan Pangan pada acara Pekan Raya Wanita GKJW ke-5 tanggal 8 Juli 2017 di Peniwen, Kromengan, Kab. Malang.

Suasana ceria dan penuh semangat dalam sesi praktek membuat martabak manis, onde-onde, dan mencetak mie mbote.

Suasana ceria dan penuh semangat dalam sesi praktek membuat martabak manis, onde-onde, dan mencetak mie mbote.

 

DAAE/EG