Berita » BERPARTISIPASI PADA PANEN RAYA KEDELAI BPTP JATENG

gbr_6

Memasuki Kecamatan Butuh dan Pituruh, hamparan pertanaman kedelai terpapar luas. BPTP Jateng, 16 September 2011, menggelar panen raya kedelai, di Desa Wironatan, Kecamatan Butuh, Purworejo. Balitkabi yang bertupoksi utama kedelai, layak, ikut berpartisipasi pada gelar tersebut. Selain Kepala Balitkabi, ikut hadir Ketua Program (Prof. Dr. Marwoto), pendamping SLPTT Kedelai di Jawa Tengah (Dr. Titik Sundari) dan Fachrur Rozi MS, penjab SLPTT Kedelai 2011.

 

Berhadapan dengan hamparan luas kedelai, naluri peneliti tergelitik untuk mengobservasi tanaman kedelai di lapang, sebelum hadir di areal gelar panen raya. Kemarau panjang, keragaan tanaman kedelai kurang optimal. Batang kedelai dibelah, serangan lalat batang cukup banyak, sehingga tanaman menjadi pendek; imbuh Pak Marwoto, pada beberapa perangkat Desa Pepe, Kecamatan Pituruh.

 

Temu lapang dan panen demfarm PTT kedelai, dihadiri oleh Menteri Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian, Gubernur Jateng, Bupati Purworejo dan Anggota Komisi IV DPR RI; pejabat terkait; serta petani dan penyuluh. Temu lapang menjadi meriah. Dr. Haryono menjelaskan bahwa litbang terus memacu menghasilkan inovasi teknologi dan varietas unggul kedelai. Sekarang telah tersedia lebih dari 70 varietas unggul. Tingginya perhatian dan antusiasme Pak Bibit Waluyo (Gubernur Jateng) pada bidang pertanian, Pak Haryono menjuluki Pak Bibit sebagai penyuluhnya Badan Litbang Pertanian. Gubernur juga mengingatkan Jateng sebagai provinsi agraris harus dioptimalkan, sekarang terdapat 36 waduk (besar maupun kecil), beliau mengajak kerja keras, kerja keras dan kerja keras; hanya dengan demikian warga Jateng akan sempulur rejekine. Pemerintah memiliki program untuk swasembada kedelai 2014; diingatkan oleh Mentan. Hal tersebut akan tercapai, manakala petani, penyuluh, aparat pemerintah tidak berpangkutangan, harus bekerja keras. Ketahanan pangan berasal dari rumahtangga, perkuat dan optimalkan fungsi pekarangan. Rumah Pangan Lestari di Pacitan sebagai bukti nyata ketahanan pangan dari rumah tangga. Beliau juga mengajak untuk mengaktifkan GPOP, Gerakan Perempuan untuk Optimalisasi Pekarangan; Ibu Bibit harus ikut menggerakkan, ajakan Mentan pada Ibu Gubernur Jateng, yang juga ikutserta panen raya kedelai. Penyuluhpun dihimbau untuk terus bekerja, termasuk untuk peningkatan produksi kedelai.

Varietas Grobogan yang menjadi objek panen raya, memang baru diperkenalkan di Desa Wironatan. Grobogan dilepas sebagai buah kerjasama Balikabi dengan Diperta Grobogan. Varietas Grobogan, pada areal panen raya, diperkirakan hasilnya dapat mencapai 2,20 t/ha, perkiraan Pak Muchlish pada saat ditanya Wartawan Kompas. Obrolannya dengan beberapa petani, diperoleh informasi bahwa petani menanam beberapa varietas yakni Raung; juga Mentel, Meliwis, Tengahan, sebutan petani untuk beberapa varietas lokal kedelai. Raung paling luas ditanam petani. Kedelai yang ditanam setelah Juli, polongnya akan terserang ulat, kata Pak Suparjito, petani Wironatan.

Pada Acara Temu lapang tersebut, Balitkabi memberikan berbagai publikasi kepada peserta temu lapang. Juga diserahkan bantuan benih kedelai FS varietas Anjasmoro, Kaba dan Grobogan; kepada petani yang diwakili oleh Penyuluh Ibu Ranti. Selain Grobogan, varietas tersebut belum dikenal, dan menurut Bu Penyuluh, bantuan tersebut akan dikembangkan. Semoga berhasil dan Balitkabi selalu siap memberikan pendampingan.

Mentan didampingi Ka Badan Litbang pada Temu Lapang kedelai

Dr. Titik menyerahkan bantuan benih kedelai pada penyuluh