Berita » Bimbingan Teknis Penangkar dan Calon Penangkar Benih Kacang Hijau dan Kacang Tanah di Sumba Barat Daya

sumba

Setelah Kupang dan Sikka, rangkaian kegiatan bimbingan teknis bagi penangkar/calon penangkar benih kacang tanah dan kacang hijau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, kerjasama antara Balitkabi dengan AIP-PRISMA (Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support for Markets In Agriculture), diakhiri dengan pelaksanaan di Kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 8 Desember 2017. Balitkabi menugaskan Tim Narasumber yang terdiri dari peneliti yang handal di bidangnya yaitu Dr. Ir. Novita Nugrahaeini, M.S., Dr. Rudi Iswanto, S.P., M.P. untuk Bimtek di Kupang dan Sikka serta Ir. Trustinah, M.P. untuk Sumba Barat Daya. Sebanyak 32 peserta hadir di Villa Redemptoris Waikelo Sumba Barat Daya. Peserta terdiri penyuluh, pengawas benih tanaman serta kelompok tani/gabungan kelompok tani calon penangkar benih dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang varietas unggul serta teknik budidaya dan pengelolaan benih kacang tanah dan kacang hijau serta memperkenalkan standard sertifikasi dan label benih serta proses pelabelannya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumba Barat Daya Ir. Herman Gono Ate, M.Si. Dalam sambutannya beliau mengingatkan bahwa benih mempunyai peran penting, tinggi rendahnya produktivitas tanaman sangat tergantung pada benih yang digunakan sehingga petani harus mengetahui sumber benih, kualitas dan spesifikasi benih yang ditanam. Dalam acara ini peserta diperkenalkan mengenai varietas unggul dan pedoman teknis budidaya dan pengelolaan kacang tanah dan kacang Hijau sebagai penangkar oleh Ir. Trustinah, M.P. dari Balitkabi dan standard sertifikasi dan label benih beserta proses pelabelan serta proses pendaftaran izin penangkar disampaikan oleh Ibu Dina dari BPSB Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk wilayah Sumba Barat Daya, saat ini belum ada penangkar benih kacang hijau. Petani masih awam dengan varietas unggul kacang hijau yang ada, pengenalan petani masih sebatas kacang hijau dengan warna polong coklat atau hitam dan berkulit biji kusam atau mengkilat dan benih yang ditanam selama ini adalah benih lokal. Sedangkan untuk kacang tanah petani telah mengenal Varietas Hypoma 1 dan terdapat 1 orang penangkar di wilayah ini. Antusiasme peserta dalam mengikuti Bimtek dapat terlihat dari berbagai pertanyaan/permasalahan yang didiskusikan, baik dari varietas yang cocok untuk wilayah sumba, hama/penyakit sampai dengan perontokan dan penjemuran serta cara penyimpanan agar benih dapat meningkat daya simpannya.

Kegiatan yang dilaksanakan ini tidak hanya sebatas Bimtek saja, Senior Business Consultant PRISMA, Andreas Santo Pen, mengungkapkan kegiatan ini akan ditindak lanjuti dengan kerjasama dan pemberian bantuan kepada peserta yang berminat menjadi penangkar yaitu berupa modal kerja, penyediaan benih sumber maupun promosi benih yang telah di produksi. Balitkabi memberikan dukungan dalam penyediaan benih sumber dan telah tertuang dalam MoU antara Balitkabi dan PRISMA yaitu untuk Varietas Hypoma 1, Takar 2, dan Vima 1. Dengan tersedianya benih bermutu untuk kacang tanah dan kacang hijau di NTT, diharapkan petani bisa mendapat benih unggul yang bermutu sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dan penghasilan petani.

sumba

Nuryati