Berita » Bimtek Padat Karya Percepatan Diseminasi Teknologi Budidaya Akabi

Kepala Balitkabi (kanan) didampingi oleh Koordinator IP2TP Kendalpayak (kiri), membuka Bimtek Padat Karya di IP2TP Kendalpayak

Kepala Balitkabi (kanan) didampingi oleh Koordinator IP2TP Kendalpayak (kiri), membuka Bimtek Padat Karya di IP2TP Kendalpayak

Pertanian tidak boleh berhenti, meski kondisi apapun termasuk Pandemi Covid-19. Demikian instruksi Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo yang kembali disampaikan oleh Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. saat membuka acara Bimtek Padat Karya Percepatan Diseminasi Teknologi Budi daya Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Sabtu 20 Maret 2021 di IP2TP Kendalpayak, Balitkabi.

Bimtek padat karya yang menjadi program Kementerian Pertanian tahun ini, khususnya di Balitkabi ditujukan untuk percepatan diseminasi teknologi budi daya tanaman aneka kacang dan umbi, demikian disampaikan B.S. Koentjoro, S.P., M. Kom., selaku Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian saat mendampingi Kepala Balitkabi. Ikut hadir pada acara tersebut Wakil Direktur UPBS Balitkabi Ir. Trustinah, M.P., Koordinator IP2TP Kendalpayak Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu, S.P, M.P. beserta staf, dan peneliti senior proteksi tanaman Dr. Ir.  Yuliantoro Baliadi, MS.

Bimtek diselenggarakan di saung kebun IP2TP Kendalpayak, diikuti oleh pekerja lapang yang setiap hari bergelut dengan budi daya tanaman aneka kacang dan umbi di IP2TP Kendalpayak serta pengelola benih UPBS Balitkabi. Sebagai narasumber pada Bimtek ini adalah Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu dan Ir. Trustinah, M.S. Dr. Runik menyampaikan materi terkait budi daya kedelai, sedangkan Ir. Trustinah, M.S. menyampaikan materi terkait prosesing calon benih hingga menjadi benih bermutu yang siap edar. Materi Bimtek ditekankan pada praktik pengelolaan tanaman akabi, berupa praktik tanam di lahan, pengelolaan tanaman serta sortasi benih aneka kacang di UPBS Balitkabi. Melalui Bimtek tersebut, diharapkan teknologi budi daya tanaman aneka kacang dan umbi dapat dimaksimalkan di lahan IP2TP, sedangkan UPBS diharapkan menjaga kestabilan logistik benih aneka kacang dan umbi yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari MP., menyampaikan agar masing-masing pekerja memberikan kontribusi terbaik pada setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kebun maupun UPBS. Disampaikan lebih lanjut oleh Kepala Balitkabi, jika Kementerian Pertanian menugaskan setiap UPT untuk melaksanakan Bimtek Padat Karya dengan target hingga 500 peserta, maka pelaksanaan sesuai protokol kesehatan, sehingga area bimtek disebar di beberapa lokasi. Bimtek kali ini merupakan Bimtek Padat Karya seri ke-7 yang dilakukan Balitkabi setelah sebelumnya dilaksanakan di Mojokerto, Nganjuk, Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Banyuwangi.

RDP/AbiS

kendalpayak1 kendalpayak2 kendalpayak3
Suasana Bimtek teknologi budi daya aneka kacang dan umbi di IP2TP Kendalpayak, 20 Maret 2021