Berita » Bimtek Produksi Benih bagi Petani di Pandaan Pasuruan

Upaya peningkatan produksi kedelai terus dilakukan Kementerian Pertanian, baik melalui perbaikan teknologi budidaya juga melalui perluasan areal tanam baik di daerah pertumbuhan baru, maupun pemanfaatan lahan hutan, dan perkebunan.

Benih bermutu merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam produksi pertanian. Benih kedelai khususnya memerlukan pengelolaan yang optimal baik mulai saat di lapang maupun sampai pada saat panen, prosesing, dan penyimpanan.

Oleh sebab itu teknologi produksi benih yang sederhana perlu dikuasai oleh para petani guna memenuhi salah satu aspek PTT kedelai, yaitu budidaya tanaman sehat.

Angka Sementara (Asem) pada 2015, produksi kedelai Jawa Timur sebesar 345 ribu ton biji kering mengalami penurunan 10,47 ribu ton atau -2,94 % dibanding produksi kedelai tahun 2014 Angka Tetap (Atap) 355 ribu ton. Meski demikian, Jawa Timur masih merupakan sentra kedelai terbesar di Indonesia.

Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu produsen kedelai di Jawa Timur, meskipun Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kabupaten yang mengalami penurunan luas panen kedelai paling besar di Jawa Timur yaitu sebesar 4.623 hektar, Kabupaten Lamongan menurun sebesar 3.075 hektar, dan Kabupaten Bojonegoro 2.242 hektar.

Terjadinya alih pola tanam dari kedelai beralih ke padi, umumnya karena pendapatan dari usaha menanam padi dianggap petani lebih tinggi nilai ekonomisnya dibandingkan tanam kedelai.

Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, adalah satu desa dengan pola tanam padi‒padi‒palawija. Tanaman palawija yang menjadi andalan petani di desa ini adalah kedelai yang selama ini menjadi alternatif pola tanam setelah walik jerami.

Hal ini karena keterbatasan sumber air di masa-masa kering yang seringkali menjadi kendala bertani. Dipilih kedelai karena kebutuhan air dan pupuk relatif lebih rendah dibanding jagung sehingga satu-satunya tanaman yang diusahakan setelah padi walik jerami adalah kedelai walaupun harga lebih murah namun masih memberikan tambahan pendapatan.

Oleh karena itu, Balitkabi dengan kedelai sebagai salah satu tupoksi komoditas, pada tanggal 5 Agustus 2016 bertempat di rumah Ketua Kelompok Tani Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengadakan pelatihan produksi benih kedelai selama satu hari yang diikuti oleh 25 petani dan 5 Penyuluh dari BPP Kecamatan Pandaan.

Materi utama yang diberikan adalah:

  1. Teknologi budidaya kedelai oleh Ir. Henny Kuntiastuti, M.S.
  2. Pengenalan VUB kedelai, roguing, dan seleksi oleh Ir. Suhartina, M.P., dan
  3. Masalah hama oleh Dr. Suharsono, M.S. sekaligus menyampaikan masalah Kedaulatan Pangan dan Mandiri Benih di depan kelompok tani Sumber Rejeki dengan luas hamparan 46 ha. Kelompok Tani Sumber Rejeki saat ini mendapat program SL Kedelai seluas 24 ha, telah ditanam dan telah berumur 2‒3 minggu.

Untuk selanjutnya akan dilakukan display penanaman benih seluas 2 ha, dan benih dari BBI akan segera ditanam setelah padi walik jerami dipanen yang akan dipandu oleh pendamping UPSUS kedelai dari BPTP Jawa Timur Ir. Purwanto, S.P.

Acara diakhiri dengan diskusi dan menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh petani antara lain kebijakan harga, keterbatasan benih, cara penyimpanan benih, sumber air untuk pengairan kedelai MK III dan prosesing apabila panen telah mendekati musim penghujan.

9-8-16

Suharsono