Berita » Bimtek SOP Mikro Terintegrasi Menuju Kinerja Cepat, Tepat, Akurat, Efisien

Arahan Sekretaris Badan Litbang Pertanian

Arahan Sekretaris Badan Litbang Pertanian

Dinamika yang ada jangan sampai menghambat pekerjaan kita sehingga yang dilakukan Kementan dalam penyusunan SOP adalah dengan memperbaiki tata laksana kegiatan dalam suatu sistem yang terintegrasi” demikian disampaikan oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. saat m embuka Bimtek Penyusunan SOP Mikro Badan Litbang Pertanian di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor, 5−6 Maret 2019. Bimtek diikuti oleh kurang lebih enam puluh peserta yang terdiri dari Kabag TU dan peneliti dari UK/UPT lingkup Balitbangtan.

Peta proses bisnis Kementan dalam pencapaian sasaran strategis telah ditata berdasarkan Kepmentan No. 718 tahun 2016, Balitbangtan termasuk bagian proses pendukung Tani 05 yaitu Penelitian dan Pengembangan Bidang Pertanian. Proses bisnis Tani 05 diperinci menjadi empat peta lintas fungsi yaitu: 1) Pengembangan varietas dan galur/klon baru, 2) Penciptaan teknologi dan inovasi pertanian, 3) Pengelolaan model pengembangan pertanian, dan 4) Pelaksanaan diseminasi teknologi dan inovasi pertanian. Dinamika yang ada menuntut pekerjaan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, akurat, dan efisien. Pada kondisi tersebut kita harus bekerja cepat dengan output yang terukur, salah satunya adalah dengan SOP mikro. Hingga Januari 2018 tercatat ada 3.325 SOP mikro di Balitbangtan yang terdiri dari 3.069 SOP mikro yang bersifat general dan 256 bersifat spesifik. Untuk itu diperlukan revitalisasi SOP mikro yang terintegrasi sehingga dapat diterapkan standar dalam suatu pekerjaan (single standart management). Tahun 2018 telah berhasil disusun 12 SOP Makro. Dari SOP makro tersebut belum tersedia SOP mikro, untuk itu Balitbangtan menyelenggarakan Bimtek penyusunan SOP mikro.

Bimtek berisikan materi tentang penyusunan SOP mikro disampaikan oleh narasumber Kasubbag Tata Laksana Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Pertanian kemudian dilanjutkan praktek penyusunan dan presentasi SOP mikro yang dipandu oleh Kasubbag Hukum dan Organisasi Sekretariat Balitbangtan. Semua SOP yang telah tersusun akan diinput dalam aplikasi online dengan nama e-probis. Hal ini sesuai dengan Permentan RB No. 11 tahun 2015 tentang road map reformasi birokrasi 2015−2019 yaitu pada area perubahan tata laksana diharapkan meningkatnya penerapan sistem, proses dan prosedur, kerja yang jelas, efektif, efisien, cepat, terukur sederhana, transparan, partisipatif dan berbasis e-government. Untuk itu seluruh prosedur terkait manajemen pemerintah ditujukan untuk berbasis IT sehingga terciptalah e-probis (peta elektronik bisnis).

Narasumber menjelaskan tentang teknis penyusunan SOP mikro

Narasumber menjelaskan tentang teknis penyusunan SOP mikro

Bimtek penyusunan SOP mikro kali ini difokuskan pada penyusunan SOP yang bersifat pelayanan terhadap masyarakat di luar bidang sekretariat, administrasi, dan kepegawaian. Perbedaan mendasar antara SOP makro dan mikro adalah pada pelaksana dan mutu baku. Pada SOP makro pelaksana melibatkan pihak/instansi luar dan belum ada mutu baku sedangkan pada SOP mikro pelaksana adalah internal instansi dengan mutu baku telah terukur. Masing-masing UPT menyusun SOP yang berkaitan dengan pelayanan. Jika SOP mikro sudah terbentuk dan disepakati, selanjutnya akan diintegrasikan dengan SOP Makro dan peta bisnis. SOP mikro akan disampaikan ke Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan untuk kemudian dievaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). SOP bersama dengan e-kinerja menjadi tolok ukur penilaian reformasi birokrasi Kementerian Pertanian.

Hasil dari Bimtek selama dua hari ini diperoleh SOP mikro dari 13 UPT terkait pelayanan diantaranya tentang SOP mikro pelayanan analisis hara tanah dan tanaman, SOP mikro pelayanan uji mutu benih, SOP mikro pelayanan uji alsintan, SOP mikro pelayanan uji GMO (Genetic Modified Organism), SOP mikro pelayanan data sumber daya lahan, SOP mikro pelayanan penyediaan benih sumber BS dan FS aneka kacang, SOP mikro pelayanan penyediaan benih sumber BS dan FS serealia, dan SOP mikro penggunaan lahan di kebun percobaan. Beberapa SOP mikro dapat digabung menjadi satu apabila aktivitas, pelaku, dan mutu baku sama.

Presentasi SOP mikro

Presentasi SOP mikro

HP/KN