Berita » Bimtek untuk Peningkatan Produksi Kedelai terus Dilakukan

bima

Kedelai termasuk komoditas pangan yang perlu dipercepat upaya peningkatan produksinya, karena hingga saat ini produksi nasional baru mampu memenuhi 35−40% dari kebutuhan dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi kedelai masih bertengger pada angka 700−900 ribu ton per tahun, jauh dari target yang ditetapkan. Sementara itu kebutuhan telah mencapai 2,2 juta ton. Untuk menutupi kekurangan produksi, pemerintah harus mengimpor kedelai dan kondisi ini terjadi hampir sepanjang tahun. Program Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan produksi kedelai melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal baru terus di galakkan. NTB termasuk salah satu sentra produksi kedelai keempat di Indonesia dengan luas panen rata-rata (5 tahun terakhir) 78.589 ha tiap tahun dan rata-rata produktivitas 1,15 t/ha dengan produksi rata-rata 90.288 ton per tahun. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kedelai adalah teknologi budidaya belum semuanya mengikuti rekomendasi, dan masalah ketersediaan benih. Untuk mengupayakan perbaikan teknologi budidaya kedelai dan kelangkaan benih kedelai perlu dibangun model kemandirian benih. Kabupaten Bima (NTB) merupakan sentra produksi benih kedelai dan sudah mengikuti program konsep Jalur Benih Antar Lapang dan Antar Musim (JABALSIM). Konsep Jabalsim di Bima sebenarnya sudah berjalan turun temurun. Petani/penangkar sudah biasa mengerjakan dan dapat memenuhi kebutuhan benih sesuai selera petani dan bahkan benih kedelai dapat dipasarkan ke Pulau Lombok dan NTT. Pada tanggal 16 Desember 2015, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) bekerja sama dengan BPTP NTB dan Kelompok Tani di desa Nggembek, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima mengadakan Bimbingan Teknis produksi kedelai dan benih kedelai. Bimtek diikuti oleh sekitar 100 orang petani, penangkar, serta penyuluh Dinas Pertanian. Sebagai narasumber dari Balitkabi adalah Prof. Dr. Marwoto, Dr. Rudi Iswanto, dan Dr. Andy Wijanarko, sedangkan dari BPTP NTB adalah Dr. Awaludin, Ir. Hazairin dan Plh. Kepala BPTP NTB Ir. Sofyan, M.S.


Prof. Dr. Marwoto memandu teknologi produksi kedelai di lahan kering dan peserta Bimbingan Teknologi Produksi Benih Kedelai.


Kondisi lahan untuk tanaman kedelai di Bima, NTB.

MWT/AWj/RI