Berita » Biopestisida Be-Bas, Siap Dilisensi oleh PT Biosindo

bebas

Be-Bas, produk formulasi biopestisida yang dikemas dalam bentuk tepung (powder), mengandung bahan aktif konidia cendawan entomopatogen Beauveria bassiana yang berfungsi sebagai pembasmi hama tanaman telah dipaparkan oleh Yusmani Prayogo selaku inventor di depan jajaran Staf PT Biosindo Mitra Jaya Jakarta pada tanggal 16 Mei 2016. Bahan aktif biopestisida Be-Bas diisolasi dari serangga penggerek ubijalar (Cylas formicarius) yang mati terinfeksi cendawan B. bassiana di daerah Tumpang (Malang) pada tahun 2010. Be-Bas sangat toksik terhadap hama penggerek ubijalar (Cylas formicarius) karena seluruh stadia serangga tersebut mulai dari telur, larva maupun imago mati terbunuh hampir 100%. Biopestisida Be-Bas juga memiliki kisaran inang yang cukup luas meliputi: Homoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Lepidoptera, Hymenoptera, dan lainnya.

Be-Bas mengandung toksin atau metabolit yang menyebabkan kematian pada berbagai jenis serangga hama. Jenis toksin yang dihasilkan dari produk Be-Bas yaitu: (1) Beauvericin, (2) Bassionalide, (3) Bassiacridin, (4) Beauverolide, (5) Bassianin, (6) Oosporein, dan (7) Tenellin. Masing-masing jenis toksin mempunyai kemampuan dalam membunuh tiap jenis serangga inang. Seperti Oosporein mempunyai daya bunuh yang tinggi terhadap hama dari ordo Homoptera. Untuk mendegradasi lapisan kutikula serangga inang maka produk Be-Bas menghasilkan enzim protease (Pr1 & Pr2) dan kitinase.

Salah satu keunggulan dari biopestisida Be-Bas yaitu bersifat ovisidal (membunuh stadia telur serangga). Sifat ovisidal ini tidak dimiliki oleh insektisida kimia, karena insektisida kimia hanya membunuh stadia nimfa/larva dan imago, sementara stadia telur masih tetap bertahan. Dengan mengaplikasikan produk Be-Bas, maka seluruh jenis hama yang menyerang tanaman akan mati terbunuh sehingga tanaman bebas dari serangan hama.

PT Biosindo bergerak dalam bidang pupuk hayati untuk tanaman perkebunan besar seperti kelapa sawit, karet maupun cokelat. Belakangan ini tanaman perkebunan banyak mengalami masalah terkait dengan kerusakan yang disebabkan oleh gangguan hama. Oleh karena itu, pada tahun 2017 PT Biosindo harus sudah berhasil melisensikan produk biopestisida ini, demikian paparan Drs. Setiabudi Keliat selaku Presiden Direktur PT Biosindo. Selain produk Be-Bas, pada kesempatan tersebut Yusmani juga menawarkan produk Bio-Lec yang cukup potensial juga untuk mengendalikan hama pengisap polong. Pada kesempatan yang sama juga dipaparkan beberapa produk dari peneliti/inventor lainnya seperti: ekstrak biji mimba dalam pembuatan pestisida nabati dan ekstraksi biji dengan pelarut organik dalam pembuatan pestisida nabati (Prof. Dr. Subiyakto), bionematisida (Dr. Dra. Rita Harni, M.Si.), Bevarian 10 WP dan Metarhian 10 WP (Prof. Dr. Baehaki), dan Bio-PF berbahan aktif Pseudomonas fluorescens (Dr. I Djatnika).

Pemaparan produk Be-Bas oleh Yusmani Prayogo yang mendapat respon sangat antusias oleh Presiden Direktur dan jajaran staf PT Biosindo Mitra Jaya.

Produk Biopestisida Be-Bas dan Bio-Lec.

YP