Berita » BKP3 Kab. Bandung Perdalam Teknologi Kabi untuk Mendukung Diversifikasi Pangan

bandung_4

Seiring laju informasi saat ini, kemampuan dan wawasan penyuluh sebagai pendamping petani perlu ditingkatkan. Rata-rata hasil aneka kabi di Jabar masih rendah. Hasil rata-rata kedelai di Kabupaten Bandung berkisar 1 ton/ha dengan luas area 177 ha. Rata-rata hasil kacang tanah 1,4 ton/ha dengan areal tanam 1.545 han, rata-rata hasil ubijalar 12,9 ton/ha dengan luas area 2.140 ha, dan rata-rata hasil ubikayu 18,7 ton/ha dengan luas area 6.381 ha. Karena itulah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kab. Bandung membawa penyuluh pertanian beranjangsana ke Balitkabi. Demikian paparan Ir. Hj. Cucu Ratna Mutiara, MSi, ketua rombongan BKP3 Bandung mengawali sambutannya di Aula Balitkabi, Senin pagi, (24/9). “Tugas penyuluh sangat berat, mereka dituntut untuk menguasai ilmu tentang teknik budidaya, karaktek varietas hingga teknik pengolahan hasil pertanian. Sehingga kunjungan ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan wawasan bagi kami khususnya para penyuluh pertanian Kab. Bandung”, lanjut Ibu Cucu.

Kunjungan berlangsung 2 hari, 24-25 September 2012 dan diterima oleh Prof. Astanto Kasno, selaku Plh. Ka. Balai. Prof. Astanto sangat berterima kasih atas kunjungan BKP3 dan semoga setelah berkunjung, wawasan penyuluh makin bertambah sehingga potensi hasil pertanaman kabi kabupaten Bandung bisa ditingkatkan. Peserta sejumlah 40 orang terdiri dari sebagian besar para penyuluh didampingi beberapa tenaga struktural.

Penyampaian materi diawali dengan pemaparan “Profil Balai” oleh Achmad Winarto, SP, seksi Jasa Penelitian. Ada beberapa varietas nasional yang berasal dari varietas lokal daerah, antara lain kedelai varietas grobogan dari daerah Grobogan, Jawa Tengah dan kacang hijau varietas Sampeong yang berasal dari Sampeong, NTB. Dengan demikian Balitkabi siap bekerjasama untuk mendorong unggul daerah yang mempunyai keunggulan menjadi varietas nasional.

Para penyuluh ini juga diberi materi teknologi produksi kedelai oleh Dr. Heru Kuswantoro, meliputi teknologi kedelai di lahan sawah, lahan kering masam, pasang surut tipe C dan D, dan lahan ternaung. Selanjutnya Dr. Suharsono, MS menjelaskan beberapa hama pada kedelai dan cara pengendaliannya dilanjutkan paparan teknik budidaya dan teknik pengendalian hama kacang tanah disampaikan oleh Prof. Astanto Kasno.


Prof. Astanto Kasno (tengah) berdampingan dengan Ir. Hj. Cucu Ratna Mutiara, MSi (berkerudung hitam) saat memberikan sambutan

Suasana kunjungan saat paparan materi oleh beberapa Peneliti Balitkabi. Di samping paparan di ruangan, pada hari kedua, para tamu juga dibawa ke Kebun Percobaan Kendalpayak, Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS), lab. pangan, lab. mekanisasi, dan kunjungan ke M-KRPL (Model Kawasan Rumah Pangan Lestari). Berikutnya sambil menikmati es krim ubijalar ungu produksi laboratorium pangan Balitkabi, peserta menerima paparan materi tentang teknologi penanganan pascapanen kedelai oleh Ir. I. Ketut Tastra, MS. Materi teknologi produksi ubikayu dan ubijalar disampaikan oleh Prof. Dr. Nasir Saleh. Berdasarkan hasil penelitian tungau kutil pada ubijalar tidak menurunkan produksi umbi secara nyata namun keragaan tanaman menjadi jelek. Cara pengendaliannya bisa disemprot dengan insektisida seminggu sekali tergantung intensitas serangan. Materi terakhir yaitu teknologi pengolahan ubikayu dan ubijalar mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan agroindustri disampaikan oleh Rahmi Yulifianti, STP.

Ir. Margono Rachmad, MS, Kepala KP Kendalpayak memandu kunjungan, selanjutnya tamu dibawa ke UPBS Tamu melihat dan mencicipi kecap olahan lab. pangan, berlanjut kunjungan ke lab. mekanisasi