Berita » BPTP Lampung Menggandeng Balitkabi Mengembangkan Biopestisida

Ir Jamhari Hadipurwanta MP mewakili Kepala BPTP Lampung dalam acara pembukaan sosialisasi biopestisida., Prof. Dr. Marwoto, Drs. Bejo MS dan Dr. Yusmani Prayogo memaparkan materi sosialisasi biopestisida

Pengelolaan hama dengan biopestisida adalah pengendalian dengan sengaja memanfaatkan/manipulasi musuh alami untuk kepentingan pengendalian, biasanya dilakukan perbanyakan musuh alami di laboratorium dan kemudian dilepas. Mengapa harus pengendalian hayati? karena 1) di ekosisitem tidak ada jenis musuh alami yang efektif mengatur populasi hama, 2) kepadatan musuh alami setempat rendah sehingga tidak dapat memberikan respon numerik cepat dalam mengimbangi peningkatan populasi hama, 3) sebagai akibat terjadinya perubahan iklim yang menguntungkan bagi perkembangan populasi hama. Keunggulan pengendalian dengan biopestisida antara lain; 1) aman tidak mencemari lingkungan, 2) tidak menyebabkan terjadinya resistensi hama, 3) agens hayati bekerja selektif, 4) bersifat permanen apabila lingkungan stabil. Pada prinsipnya pengendalian hayati adalah melakukan konservasi musuh alami yang dapat dilakukan seperti: 1) menekan pemakaian pestisida , 2) musuh alami lebih peka terhadap pestisida, 3) membuat ekosistem yang beranekaragam, 4) menanam dan dan melestarikan tanaman berbunga, 5) menyediakan makanan alami (nektar, pollen, embun madu), 6) melestarikan tanaman liar yang mendukung inang alternatif parasitoid atau mangsa alternatif predator. Mengingat bahaya pestisida kimiawi sebagai pengendali hama seperti menyebabkan resistensi, resurgensi, membunuh musuh alami, meracuni lingkungan dan melihat potensi pengendali hayati yang mudah dikerjakan dengan menggunakan dan memanfaatkan agens biologis yang ada di lingkungan, maka BPTP Lampung menggandeng Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi mengadakan sosialisasi pengendalian hayati dan membuat biopestisida dengan memanfaatkan kearifan lokal Lampung. Sosialisasi dilakukan di KP Natar, tanggal 13 Nopember 2013 diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari peneliti / penyuluh / litkayasa BPTP, Penyuluh Bakorluh, POPT/petugas laboratorium BPTPH Lampung, Widyaiswara BPP Lampung, dan Penangkar benih kedelai. Kepala BPTP Lampung yang diwakili Bapak Ir Jamhari Hadipurwanta, MP mengharapkan bahwa sosialisasi penggunaan dan pembuatan insektisida hayati dapat dikembangkan dan digunakan dalam rangka pengembangan kedelai di Provinsi Lampung. Prof. Dr. Marwoto mewakili Balitkabi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BPTP yang mengajak dan bekerjasama dengan Balitkabi untuk mengembangkan biopestisida untuk mengendalikan hama yang aman terhadap lingkungan. Pemateri sosialisasi pemanfaatan biopestisida untuk pengendalian hama dari Balitkabi adalah Prof. Dr. Marwoto, Dr. Yusmani Prayogo dan Drs. Bedjo MS.Ir Jamhari Hadipurwanta  MP mewakili Kepala BPTP Lampung dalam acara pembukaan sosialisasi biopestisida., Prof. Dr. Marwoto, Drs. Bejo MS dan Dr. Yusmani Prayogo memaparkan materi sosialisasi biopestisida

Drs Bejo menyerahkan produk NPV kepada Kelompok Tani, Dr Yusmani Prayogo Menyerahkan Isolat L. lecanii kepada peneliti BPTP Lampung dan foto bersama setelah selesai praktek laboratorium di KP Natar

Prof. Marwoto