Berita » Budidaya kedelai di Kabupaten Tebo, Jambi

Kabupaten Tebo merupakan salah satu sentral kedelai di Provinsi Jambi. Target pengembangan kedelai pada tahun 2015 di kabupaten ini seluas 2000 ha dan merupakan daerah pengembangan kedelai terluas di Provinsi Jambi. Program pengembangan kedelai di Tebo sangat didukung oleh pemerintah Provinsi Jambi, hal ini terlihat bahwa pada tanggal 15 Mei 2015 Gubernur Jambi Hasan Basri Agus melakukan penanaman kedelai dalam rangka peningkatan produksi kedelai di provinsi Jambi mendukung program swasembada pangan. Pada acara ini Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo berkesempatan hadir. Di Kabupaten Tebo, lahan yang digunakan untuk pertanaman kedelai merupakan tanah Alluvial (Entisol) yang berada pada pinggiran sungai Tebo. Tanah Alluvial merupakan tanah yang cukup subur untuk budidaya kedelai. Hal ini terlihat dari penampilan pertumbuhan tanaman yang cukup baik. Untuk menghindari tanaman yang terlalu subur, kebiasaan petani di Tebo melakukan pemangkasan pucuk daun kedelai pada umur sekitar 3 minggu. Budidaya tanaman kedelai di wilayah ini dilakukan secara monokultur dan tumpangsari dengan tanaman jeruk.

Teknik budidaya kedelai di Tebo meliputi:

  1. Pengolahan tanah : tanpa olah tanah. Lahan dibersihkan dengan cara manual.
  2. Varietas, petani saat ini menyukai Anjasmoro karena varietas ini tahan pecah polong sehingga apabila telat dilakukan penanenan kehilangan hasil rendah, disamping itu varietas Wilis, Tanggamus dan Argomulyo juga sangat diminati petani.
  3. Penanaman, dengan cara di tugal dan ditanam dengan jarak 40 x 15 cm.
  4. Pemupukan sebesar 50 kg Urea/ha dan 100 kg Ponska/ha.
  5. Pemeliharaan: daerah ini merupakan daerah tadah hujan sehingga pengairan mengandalkan dari air hujan, pada tanaman yang terlalu subur dilakukan pemangkasan pucuk daun pada umur sekitar 3 minggu. Penyiangan dilakukan secara manual. Pengendalian hama berdasarkan pemantauan apabila mulai terjadi serangan kedelai dilakukan pengendalian dengan insektisida.
  6. Pemanenan dilakukan apabila semua daun sudah rontok dan polong kedelai sudah berwarna coklat.


Kepala Balitkabi bersama Gubernur Jambi melakukan temu lapang dan tanam kedelai bersama di Tebo (kanan)
dan Kepala Balitkabi berdiskusi dengan Kepala Dinas Pertanian Tebo (kiri).


Kepala Balitkabi dan Kepala BPTP Jambi berdiskusi dengan petani kedelai dan mahasiswa (kiri)
dan keadaan pertanaman kedelai di Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo (kanan).

DH/AWj