Berita » Cara dan Kebiasaan Petani dalam Budi Daya Kedelai di Nganjuk

Tanam kedelai dengan cara disebar.

Tanam kedelai dengan cara disebar

Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Jawa Timur dan konsisten hingga saat ini. Pola tanam setahun di lahan sawah Nganjuk adalah padi – kedelai – bawang merah. Bawang merah merupakan komoditas penyumbang ekonomi terbesar, diikuti padi dan kedelai. Di Nganjuk, kedelai merupakan komoditas penyela waktu antara padi dan bawang merah. Pertanaman kedelai yang ditanam setelah padi dan sebelum tanam bawang merah ini telah dilakukan secara turun-temurun. Menurut pendapat petani, dengan menanam kedelai akan meningkatkan produksi bawang merah.

Cara menanam kedelai di Nganjuk dilakukan secara sebar. Berbagai alasan petani mengapa menanam kedelai dengan cara disebar adalah keterbatasan tenaga kerja, lebih murah, dan jika penanaman dilakukan secara tugal, maka benih akan busuk karena kadar air tanah masih sangat tinggi. Penuturan petani, dalam 100 ru (0,14 ha) umumnya menghabiskan benih hingga 10 kg atau sekitar 70 kg per ha. Dengan cara tanam tersebut, maka dalam 100 ru hanya membutuhkan tenaga kerja 1 orang (7 orang/ha).

Pengamatan di lapang, setelah padi dipanen, segera dilakukan pembuatan saluran air yang cukup bagus, karena sekaligus disiapkan untuk tanaman bawang merah. Kelembaban tanah yang cukup tinggi memang tidak memungkinkan dilakukan penanaman secara tugal. Penanaman kedelai dengan cara diicir lurus barisan (seperti pada gambar) dengan menggunakan benih 50 kg/ha, dibutuhkan tenaga penanam antara 6–7 orang/100 ru atau setara dengan 42–49 orang/ha.

Tanam kedelai dengan cara diicir.

Tanam kedelai dengan cara diicir.

Umumnya petani menggunakan Varietas Anjasmoro tanpa label. Petani telah terbiasa memupuk, mengendalikan hama, dan menggunakan herbisida. Hasil yang diperoleh dalam 100 ru antara 2,5–3,0 kwintal atau setara dengan 1,75–2,1 t/ha. Semoga dengan tanam diicir lurus barisan, selain mengurangi penggunaan benih diharapkan mampu meningkatkan hasil kedelai di Nganjuk.

AyK