Berita » Cari Terobosan Pengembangan Pangan, Peneliti Balai Ketransmigrasian Bengkulu Kunjungi Balitkabi

2-bengkulu-1

Tanaman pangan di daerah transmigrasi Provinsi Bengkulu keadaannya memprihatinkan. Karena hampir semua daerah transmigrasi  beralih fungsi menjadi daerah perkebunan karet dan kelapa sawit sehingga tanaman pangan sangat sulit dijumpai. Padahal kebutuhan pangan terus bertambah dan lahan transmigrasi potensial untuk pengembangan tanaman pangan. Untuk itulah empat staf Balai Pengkajian dan Penerapan Teknik Produksi Ketransmigrasian Bengkulu berkunjung ke Balitkabi, demikian diutarakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ekandono Suryanto saat mengawali sambutannya di Ruang Seminar 1 Balitkabi Senin (30/4/2012) pagi.

Kendala lain dari pengembangan tanaman pangan di daerah transmigrasi adalah hama. Serangan hama ini membuat biaya produksi melonjak tajam. Setelah mendapatkan terobosan pengembangan pangan dari Balitkabi, harapan kami kedepan, petani tertarik lagi untuk membudidayakan tanaman pangan, pungkas Pak Ekandono.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Balitkabi, Dr. M. Muchlish Adie mengatakan kesediaanya untuk membantu percepatan pelaksanaan pengembangan tanaman pangan, khususnya kacang-kacangan dan umbi-umbian. Menurut Pak Muchlish tanaman pangan adalah masalah serius yang mendasar dalam masyarakat dan harus secepatnya direspons.


Pak Ekandono (paling kanan) menyampaikan harapan dari kunjungannya ke Balitkabi

Sebelumnya, Pak Muchlish memperkenalkan profil Balitkabi, termasuk  keunggulan-keunggulan varietas unggul kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, serta ubi jalar serta prospek pengembangannya. Pak Muchlish didampingi dua peneliti hama dan penyakit tanaman Prof. Dr. Marwoto dan Dr. Suharsono, satu peneliti pemuliaan dan plasma nutfah, Dr. Titik Sundari, dan peneliti ekofisiologi tanaman, Ir. Abdullah Taufq, MP.


Suasana penerimaan di ruang Seminar 1

Diakhir kunjungan, Pak Muchlish memberikan oleh-oleh sejumlah publikasi hasil penelitian untuk mendukung pengembangan tanaman pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya daerah transmigransi.