Berita » Daya Pikat Inovasi Teknologi Akabi dalam Pameran TTP Plus di Gresik

ttp

Berlokasi di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, tanggal 8 Agustus 2018, telah berlangsung acara Grand Launching Penyerahan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus Gresik oleh Kementerian Pertanian RI. Selain berbagai agenda resmi seperti penandatanganan Berita Acara Serah Terima TTP Plus dari Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. M. Syakir kepada Bupati Gresik serta Penandatangan Prasasti TTP Gresik oleh Bapak Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, M.P., pameran berbagai inovasi teknologi pertanian dan peternakan juga turut mewarnai acara tersebut.

Balitkabi turut berpartisipasi dengan mendiseminasikan berbagai inovasi teknologi kepada seluruh tamu undangan dan pengunjung yang terdiri dari Menteri Pertanian RI, Gubenur Jawa Timur, Bupati Gresik, Pangdam, Kapolda, Rektor Perguruan Tinggi, Komisi IV DPR RI, swasta, Direksi BUMN dan BUMD, petani dan tokoh masyarakat Gresik Utara serta 40 perwakilan kelompok tani dari 20 Kabupaten di Jawa Timur. Selain Balitkabi, peserta pameran lainnya yaitu BPTP Jawa Timur, Balittas, Loka Penelitian Sapi Potong, Balitbu serta berbagai UKM Binaan Dinas Pertanian Gresik.

ttp2

Selain buku dan leaflet tentang berbagai inovasi teknologi, benih dari berbagai varietas unggulan Akabi serta produk olahan berbahan dasar umbi ikut dipamerkan. Produk olahan tersebut diantaranya wingko dengan bahan 20% tepung ketan dan 80% tepung ubi kayu, bola-bola cassava berbahan 100% tepung ubi kayu, lidah kucing dengan bahan 50% tepung ubi jalar, brownies berbahan 50% tepung ubi jalar, kue mangkok dengan 50% dari pasta ubi jalar, cake tape, tiwul substitusi dengan kacang hijau serta tidak ketinggalan es krim ubi jalar ungu.

Berbagai contoh benih varietas kedelai mampu menarik perhatian Menteri Pertanian dan Gubernur Jawa Timur saat melakukan kunjungan ke stand pameran yang ada. Seolah tidak mau ketinggalan, berbagai produk olahan berbahan umbi juga mampu menyedot perhatian pengunjung dari petani dan penyuluh, staf Dinas Pertanian sampai dengan wartawan, para ajudan serta anggota pasukan keamanan. Diantara legitnya berbagai kue berbahan umbi, es krim ubi jalar ungu mampu mendinginkan panasnya lokasi pameran.

Di salah satu sudut stand pameran, ada satu yang juga mampu menjadi perhatian pengunjung yaitu suweg, ganyong, dan bentul, yang merupakan contoh umbi-umbian potensial di Indonesia. “Ganyong itu masih ada ya, ini salah satu makanan saya waktu kecil”, ujar Bapak Widodo, salah satu anggota SKODAM Brawijaya. Ternyata, ganyong yang dipamerkan mampu mengingatkan kenangan masa kecil bagi generasi jaman old dan semoga mampu dilestarikan, dimanfaatkan dan ditingkatkan nilainya oleh generasi jaman now.

Nyt/RY