Berita » Delegasi Korea Monitoring Dan Evaluasi Penelitian Kerjasama Indonesia – Korea

korea1

Sejak Mei 2010 sampai dengan Juni 2012 dilakukan kerjasama penelitian antara Indonesia dan Korea yang diwadahi dalam kegiatan kerjasama AFACI. Dalam kurun waktu tersebut, dilakukan penelitian untuk merakit varietas kedelai yang toleran kemasaman tanah, toleran kekeringan dan toleran naungan. Ketiga agroekologi tersebut menjadi prioritas dalam kerjasama penelitian ini, karena perluasan areal kedelai diarahkan ke lahan-lahan suboptimal di luar Pulau Jawa sehubungan dengan adanya alih fungsi lahan pertanian di Pulau Jawa menjadi lahan non-pertanian.

Dalam monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada tanggal 12–18 Juli 2011, delegasi AFACI yang diwakili oleh Dr. Won-Young Han dan Dr. Shang-Ouk Shin, mengunjungi penelitian yang berlokasi di Lampung. Beberapa kendala yang dihadapi dalam penelitian kedelai, seperti halnya keberadaan hama pengisap polong yang dijumpai di Indonesia juga dijumpai di Korea. Namun demikian pengendalian hama penyakit tersebut relatif mudah di Korea karena adanya musim dingin yang memutus siklus hidup hama dengan tidak adanya sumber makanan bagi hama tersebut. Di samping meninjau lokasi penelitian, delegasi AFACI juga berdiskusi dengan para petani dan pejabat desa yang menangani pertanian, di antaranya adalah Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gunungsugih Suparmin, A.Md. Dari diskusi tersebut, para petani sangat senang dengan adanya penelitian yang dilakukan Balitkabi yang bekerjasama dengan Korea, karena kegiatan penelitian tersebut dapat membuka wawasan petani dalam budidaya kedelai. Pada kesempatan tersebut juga diutarakan bahwa pada tahun depan, di wilayah Kecamatan Gunungsugih akan dilakukan penanaman kedelai seluas 160 hektar. Kunjungan lapang yang dilakukan di Lampung kemudian ditindaklanjuti dengan diskusi di Balitkabi Malang bersama dengan Kepala Balitkabi dan para peneliti yang terlibat dalam kegiatan AFACI. Diskusi meliputi kemajuan penelitian dan kendala yang dihadapi dalam penelitian. Pada tahun 2010-2011, kegiatan penelitian hampir semuanya sudah berjalan, namun masih terdapat beberapa penelitian yang masih dalam tahap pemanenan. Diharapkan pada akhir Juli 2011 semua pertanaman sudah selesai dipanen. Kendala yang dihadapi dalam penelitian adalah adanya pergantian cuaca yang sangat cepat, diantaranya adalah cepatnya pergantian musim hujan ke musim kering sehingga perlu penyediaan air dengan pemompaan dari sungai. Disepakati pula untuk membuat rain shelter yang dapat digunakan sebagai lokasi kegiatan penelitian kekeringan untuk mengantisipasi musim hujan yang panjang seperti pada tahun 2010 sehingga kegiatan penelitian kekeringan masih dapat dilakukan meskipun terjadi musim hujan berkepanjangan. Dalam usaha peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pada tahun 2012 Balitkabi dapat mengirim beberapa peneliti yang masih muda untuk mengikuti training di Korea, sehingga dapat mempunyai pengetahuan cara budidaya kedelai yang modern di Korea. Delegasi AFACI yang diwakili oleh Dr. Won-Young Han dan Dr. Shang-Ouk Shin saat mengunjungi penelitian kedelai yang berlokasi di Lampung
Foto bersama antara Delegasi AFACI (Dr. Won-Young Han dan Dr. Shang-Ouk Shin) dengan para petani dan pejabat desa yang menangani pertanian (Kepala BPP Gunungsugih Suparmin, AMd) Laporan: Febri