Berita » Derap 1 Mulai Diminati Petani di Nganjuk

Derap 1 di Rejoso, Nganjuk, MK 2, 2019

Derap 1 di Rejoso, Nganjuk, MK 2, 2019

Varietas kedelai Derap 1 dilepas tahun 2018 memiliki keunggulan, selain berdaya hasil tinggi, juga toleran hama pengisap polong Riptortus linearis, berukuran biji besar (17 g/100 biji), dan berumur genjah (76 hari).

Pada tahun 2018, Derap 1 dicoba dikembangkan di Bagor, Nganjuk pada musim tanam MK1 pada bulan Februari–Mei dan memperlihatkan pertumbuhan yang optimal. Pada tahun berikutnya di musim tanam kedua pada bulan Juni–September 2019, kembali Derap 1 diperkenalkan kepada petani di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Pak Sunarto sebagai petani kooperator, menyampaikan jika tanaman kedelai ini pertumbuhannya sangat bagus, berbeda dengan kedelai yang lain. Di lokasi tersebut saat ini sedang dilakukan perbaikan saluran irigasi, sehingga kedelai yang biasanya diairi saat tanam dan masih dilakukan pengairan lagi dua–tiga kali selama pertumbuhan, saat ini hanya cukup untuk pengairan dua kali saja yaitu saat tanam dan ketika umur 25–30 hst, yang berakibat pertumbuhan kedelai sekarang kurang optimal. Hal ini berbeda dengan tanggapan beberapa petani yang berkunjung ke pertanaman Derap 1, mereka mengatakan jika kedelai Derap 1 masih tetap segar walaupun pada kondisi kering.

Pak Sunarto, memperkirakan hasil biji Derap 1 dapat mencapai lebih dari 2,25 t/ha. Saat ini tanaman mempunyai polong per tanaman sekitar 42 polong. Beberapa petani berpesan kepada Pak Sunarto, agar benih Derap 1 disimpan dan ditanam lagi oleh anggota kelompok tani pada musim tanam Februari tahun berikutnya setelah panen padi. Semoga Derap 1 menjadi idola baru bagi petani penanam kedelai.
AyK