Berita » Devon 1 Merebak di BuDesa

budesa

Balitbangtan memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya Tahun Perbenihan 2018. Salah satu dukungan nyata adalah penerapan Budi Daya Kedelai di Lahan Sawah (BuDesa) yang dilaksanakan oleh Balitkabi. Program BuDesa di Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk seluas 40 ha.

Program BuDesa pada prinsipnya mengoptimalkan produktivitas kedelai di lahan sawah untuk tujuan produksi benih. Inovasi teknologi budi daya yang diterapkan di Nganjuk adalah menggunakan Varietas Devon 1 dengan daya tumbuh benih 80%, tanam secara icir dalam larikan sehingga kebutuhan benih hanya 50 kg/ha, disertai dengan masukan pupuk anorganik dan organik. Penerapan BuDesa mengikuti pola tanam padi – kedelai, dimana kedelai ditanam pada musim kemarau pertama (Februari–Maret 2018).

Observasi BuDesa yang dilakukan pada pertanaman Devon 1 berumur sekitar 60 hari (24 April 2018), atau berada pada fase R6 (pengisian biji telah penuh), dan terlihat pertumbuhan Devon 1 pada BuDesa cukup optimal. Yang menarik, keserempakan dan keseragaman tanaman cukup tinggi menandakan sumber benih yang digunakan berkualitas tinggi. “Awalnya petani tidak terlalu yakin akan pertumbuhan benih dan pembentukan polong Devon 1 karena populasi tanaman yang rendah dibandingkan kebiasaan petani selama ini”, kata Sukadi, teknisi Balitkabi yang mengawal BuDesa di Nganjuk. Namun, melihat pertumbuhan saat ini petani merasa kagum, apalagi melihat ketegapan pertumbuhan Varietas Devon 1 yang mampu memiliki polong cukup banyak.

Keragaan Devon 1 pada BuDesa di Nganjuk.

Keragaan Devon 1 pada BuDesa di Nganjuk.

Penghitungan jumlah polong secara acak, berkisar antara 50–70 polong/tanaman. “Varietas Devon 1 sangat menjanjikan, tidak sulit memperoleh hasil antara 380–400 kg/100 ru, setara dengan 2,66–2,80 t/ha, lebih tinggi dari rata-rata hasil petani yang sekitar 2,1 t/ha”, ujar Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo. Semoga Devon 1 semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan petani Indonesia.

AyK