Berita » Dharma Wanita Persatuan IP2TP Kendalpayak Peringati Hari Ibu ke-91

dwp

Foto bersama Ketua dan Pengurus DWP Balitkabi dan IP2TP Kendalpayak

Dharma Wanita Persatuan (DWP) IP2TP Kendalpayak pada tanggal 19 Desember 2019 mengadakan acara pertemuan rutin DWP sekaligus memperingati Hari Ibu ke-91 di Aula IP2TP Kendalpayak, Pakisaji, Malang. Hadir pada acara tersebut, Ketua dan Pengurus DWP Balitkabi, Ketua dan Anggota DWP IP2TP Kendalpayak, dan ibu-ibu pekerja di lingkungan IP2TP Kendalpayak mengenakan busana nasional.

Mengusung tema Perayaan Hari Ibu 2019 yaitu “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”, Ketua DWP Balitkabi Ibu Yayuk Yuliantoro Baliadi dalam arahannya mengungkapkan bahwa kita harus mensyukuri nikmat, saat ini perempuan diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengembangkan segala potensi diri tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang perempuan. Menjadi perempuan mandiri, kreatif, inovatif, dan percaya diri sangat dibutuhkan sebagai bekal seorang ibu dalam mencetak SDM unggul, generasi penerus bangsa.

Acara pertemuan DWP IP2TP Kendalpayak kemudian dilanjutkan dengan panen bersama sayur mayur di dan tebar benih ikan lele di kebun OPAL (Obor Pangan Lestari) IP2TP Kendalpayak. Obor Pangan Lestari atau OPAL merupakan salah satu kegiatan unggulan Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Tersedianya OPAL di lingkungan IP2TP lingkup Balitkabi sangat diapresiasi oleh Yayuk Baliadi sebagai sarana percontohan untuk masyarakat sekitar, khususnya anggota DWP dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan gizi keluarga.

Ketua DWP Balitkabi didampingi Ketua DWP IP2TP Kendalpayak memanen sayur program OPAL dan Tebar Benih Ikan Lele di Kolam

Ketua DWP Balitkabi didampingi Ketua DWP IP2TP Kendalpayak memanen sayur program OPAL dan Tebar Benih Ikan Lele di Kolam

Kegiatan selanjutnya adalah paparan materi mengenai penanganan keamanan pangan segar dan olahan tanpa kemasan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang. Materi yang diberikan begitu memikat ibu-ibu yang hadir karena bukan saja tekanan cara memilih sayuran, buah dan makanan sehat bebas dari racun pestisida, borak, formalin dan zat-zat pengawet dan pewarna makanan, namun disertai praktek langsung sebagai bentuk pembuktian.

Pemaparan Materi dan Praktek Penanganan Keamanan Pangan Segar dan Olahan Tanpa Kemasan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang

Pemaparan Materi dan Praktek Penanganan Keamanan Pangan Segar dan Olahan Tanpa Kemasan
dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang

Wiji Basuki, yang juga penyuluh menerangkan bahwa pada tahun 2017 berdasarkan operasi pasar yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang sekitar 30% produk pangan segar dan olahan mengandung zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, program OPAL merupakan suatu terobosan yang dapat diterapkan ibu-ibu DWP dalam menyediakan pangan sehat untuk keluarga. Selain itu, jika dikelola secara baik dan terencana menanam sayuran organik dan membuat pangan olahan tanpa zat kimia berbahaya menjanjikan peluang usaha yang menguntungkan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi pangan sehat.

Bersilaturahmi dan berbagi pengetahuan dalam rangkaian acara DWP merupakan salah satu cara untuk memperkuat rasa kebersamaan antar anggota sekaligus memberikan edukasi kepada ibu-ibu DWP untuk selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga, terutama dalam menyajikan pangan sehat dan melestarikan lingkungan sekitar.

RTH/YB