Berita » Di Mana Keberadaan Benih Kedelai

a.dimana-benih-kedelai

Benih berkualitas berandil besar terhadap capaian produktivitas tanaman kedelai, tapi benih kedelai masih tetap menjadi permasalahan hingga kini, baik keberadaan dan kecukupannya. Perhatian pemerintah terhadap penyediaan benih kedelai sudah cukup banyak, sekali lagi hingga saat ini, memang belum memberikan hasil yang memadai. Penyebabnya tampaknya sebagian memang tidak berada di sektor logistiknya.

Hasil observasi pada beberapa penangkar binaan BUMN, penangkar non-binaan, dan kios saprodi di Malang, Pasuruan, Lumajang dan Jember, 23-24 Mei 2013, menunjukkan bahwa semuanya tidak melakukan penangkaran benih kedelai dan kios pun tidak menyediakan benih kedelai. Bahkan salah satu kios saprodi di Lumajang, pernah menyediakan benih kedelai tapi tidak laku dijual akhirnya digunakan sebagai benih sendiri. Irosnisnya, penangkar akan menangkarkan benih kedelai jika ada pesanan dari pemerintah.

Tentu kasus tersebut tidak dapat digeneralisasi. Fakta masih membuktikan beberapa penangkar di Blitar, Banyuwangi, Nganjuk bahkan di Mataram dan Bima tetap eksis dengan bidang usaha penangkaran benih kedelai. Belum lagi keberadaan penangkar yang ada di sentra kedelai lainnya. Harus diakui juga bahwa minat petani untuk menggunakan dan membeli benih kedelai berlabel masih dianggap terlalu mahal, karena proteksi terhadap harga jual kedelai belum sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah. Pertimbangan nilai keuntungan menjadi alasan mendasar bagi petani, untuk menggunakan benih berlabel.

Lain kedelai lain padi. Petani sudah betul-betul minded terhadap benih padi berlabel. Kualitas benih selalu menjadi acuan bagi petani, bahkan petani tidak segan untuk membeli benih padi yang lebih mahal asal kualitasnya baik. Di Pasuruan, benih padi asal Banyuwangi lebih mahal dibandingkan dengan benih dari varietas yang sama asal Jember maupun Pasuruan. Kios saprodi dan petani begitu familiar dengan perkembangan varietas padi terbaru.

Penyediaan benih kedelai tampaknya masih mengandalkan penyediaan benih secara mandiri oleh petani dan sebagian mengandalkan jabalsim. Menata perbenihan kedelai, harus menata pertanian kedelai secara holistik.

MMA/AW