Berita ยป Di Sini Porang, di Sana Porang

Hiruk pikuk porang masih terus berlanjut. Tidak hanya terjadi di Pulau Jawa dan Sulawesi, juga terjadi di beberapa wilayah lainnya seperti sebagian Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Porang menjadi tanaman komoditas ekspor yang tidak hanya memiliki multi-fungsi, namun juga memiliki kelebihan, diantaranya memiliki adaptasi luas pada berbagai elevasi, dan juga adaptif pada lingkungan ternaungi. Konon katanya, menanam porang, memanen dolar.

Balitbangtan telah bergerak cepat dan tepat. Melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), penelitinya sudah bergerak ke titik nol porang, yakni di Desa Klangon, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hingga pada tahun 2020, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, akhirnya dilepas varietas porang pertama di Indonesia, yakni Madiun 1 oleh Kementerian Pertanian.

Di beberapa daerah lain porang juga menjadi komoditas primadona dan mulai dikembangkan. Salah satunya di Desa Sumberbanteng, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, porang diuji coba oleh petani dengan dibudidayakan di sela-sela tanaman mangga. Tanaman mangga memang menjadi tanaman andalan di Pasuruan. Menariknya, porang juga dibudidayakan dengan menggunakan mulsa plastik. Penuturan petani, penggunaan mulsa adalah untuk menekan biaya penyiangan, terutama pada saat tanaman porang masih kecil. Porang yang dibudidayakan tersebut ditanam pada awal musim penghujan, karena memang ditanam di lahan kering yang irigasinya mengandalkan curah hujan. Keragaan pertumbuhan porang di bawah pohon mangga cukup bagus, sekaligus hal ini menjadi potensi pengembangan porang dengan memanfaatkan lahan di bawah pohon mangga.

Semoga porang yang pertama kali dibudidayakan oleh petani di Sumberbanteng memberikan hasil umbi yang memadai dan meningkatkan pendapatan.

Penggunaan mulsa (Kejayan, Pasuruan 22 Januari 2021)

Penggunaan mulsa plastik (Kejayan, Pasuruan 22 Januari 2021)

porang1 porang2 porang3
Porang di bawah pohon mangga (Kejayan, Pasuruan, 22 Januari 2021)

MMA