Berita ┬╗ Direktur IPI berkunjung ke Balitkabi

2

Direktur IPI (International Potash Institute) Dr. Alexay Shcherbakov didampingi peneliti IPI Dr. Megen Hillel berkunjung ke Balitkabi pada 4-6 September 2012. Maksud kunjungan tersebut untuk monitoring kegiatan penelitian yang didanai IPI. Pada tahun 2011, Balitkabi bekerja sama dengan IPI untuk melakukan pengujian respon pupuk kalium pada tanaman kedelai dan ubikayu. Selain berkunjung ke lokasi penelitian ubikayu di Kalipare (Malang) dan Tanggunggunung (Tulungagung), dan lokasi penelitian kedelai di Nganjuk. Selama kunjungan, juga dilakukan diskusi, evaluasi, dan rencana tindak lanjut kerjasama tersebut. Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh Ir. Abdullah Taufiq, MP., Prof. Dr. Subandi (Balitkabi), dan Prof. Dr. Suyamto (BPTP Jatim). Dalam diskusi yang berlangsung selama perjalanan dan di Balitkabi, mereka berdua tidak percaya bahwa produktivitas ubikayu di tingkat petani bisa mencapai >30 t/ha. Di negara Thailand, Vietnam, dan China yang sempat mereka kunjungi, produktivitas ubikayu <20 t/ha dan bahkan menurutnya hasil 20 t/ha sudah termasuk tinggi. Ketika tiba di lokasi Kalipare (Malang), mereka heran dengan pertumbuhan ubikayu yang mencapai 3 m lebih, mereka ingin membuktikan langsung apa benar bisa mencapai hasil >30 t/ha. Hasil dari 3 sampel tanaman yang diambil kemudian ditimbang, bobot umbi mencapai 5,5-6,0 kg/tanaman atau 44-48 t/ha (populasi 8000 tanaman/ha). Di lokasi Tulungagung, hasil tertinggi 41 t/ha. Melihat keragaan ubikayu dan minat petani yang tinggi terhadap ubikayu, kerjasama penelitian pengelolaan pupuk kalium pada ubikayu akan dilanjutkan di lokasi yang sama pada tahun 2013, dan bahkan mereka menyarankan untuk memperluas penelitian ke daerah lain sentra ubikayu agar mendapat gambaran umum respon ubikayu di Indonesia terhadap pupuk kalium. Saat tiba waktunya makan siang di Tulungagung, mereka disuguhi sajian ubikayu rebus dan goreng, serta minuman kelapa muda. Mereka sangat lahap makan ubikayu rebus dan goreng. Selain mereka sangat menyukainya, mungkin juga karena lapar. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi percobaan kedelai di Nganjuk. Pada lokasi di Nganjuk, mereka melihat secara langusung tanaman kedelai yang mengalami kekurangan kalium, akan tetapi mereka mengamati bahwa pada lahan dimana jerami padi dikembalikan ke lahan tidak ditemukan gejala kekurangan kalium. Oleh karena itu, nampaknya mereka tidak begitu tertarik menguji respon kedelai terhadap kalium. Mereka akan menyetujui melanjutkan kerjasama untuk kedelai jika kita bisa menyakinkan tentang pentingnya kalium pada kedelai di Indonesia.

1) Dr. Alexay Shcherbakov (Direktur IPI) sedang menikmati ubikayu goreng di lokasi Tanggunggunung, Tulungagung; 2)
Dr. Suyamto (kiri) dan Dr. Megen Hillel (kanan, peneliti IPI) sedang menikmati segarnya kelapa muda di lokasi Tanggunggunung,
Tulungagung usai mengamati panen ubikayu dan diskusi dengan petani; 3) Foto bersama dengan petani di Tanggunggunung,
Tulungagung usai diskusi; 4) Dr. Megen Hillel heran melihat keragaan tanaman ubikayu di Kalipare, Malang Selatan

1) Didampingi Prof. Dr. Subandi, Dr. Megen Hillel mengorek-ngorek tanah ingin melihat umbi ubikayu di Kalipare yang tumbuh besar;

2) Dr. Megen Hillel (kiri), Prof. Dr. Suyamto (tengah) dan Dr. Alexay Shcherbakov (kanan) sedang berdiskusi soal ubikayu; 3) dari kiri:
Ir. Abdullah Taufiq, MP., Prof. Dr. Subandi, Dr. Megen Hillel, Prof. Dr. Suyamto, dan Dr. Alexay Shcherbakov usai melihat petani mencabut ubikayu;
4)
Menimbang sampel untuk meyakinkan bahwa hasil ubikayu bisa >30 t/ha


1) Diskusi dengan petani Kalipare seputar ubikayu dan pemasarannya; 2) Dr. Megen Hillel berdiskusi dengan Prof. Dr. Subandi di areal
pertanaman kedelai yang kekurangan kalium di Nganjuk