Berita ยป Diseminasikan Hasil Penelitian di Univ Muhammadiyah Purwokerto

Tujuh peneliti Balitkabi mendiseminasi hasil penelitian dalam seminar nasional di Univ Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Seminar nasional diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada hari sabtu, 23 Agustus 2014. Dr. Eriyanto Yusnawan mempresentasikan hasil penelitian tentang aplikasi ekstrak Ageratum conyzoides untuk mengendalikan penyakit karat pada kacang tanah. Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto menyampaikan makalah tentang keragaman varietas unggul kedelai nasional. Ir. Fahrur Rozi MS. menyampaikan penelitian tentang implementasi sistem usahatani bioindustri dalam meningkatan daya saing komoditas kedelai. Apri Sulistyo SP. MP. menyampaikan makalah tentang pembentukan populasi dalam merakit varietas unggul kedelai tahan cekaman biotik dan abiotik. Sutrisno, SP, menyampaikan tentang keragaan tanaman introduksi asal Korea Selatan. Ir Heny Kuntyastuti MS menyampaikan tentang residu pupuk ZA pada pertanaman padi dan kedelai serta sifat kimia tanah selama dua musim. Sedangkan Alfi Inayati SP, MP mendiseminasikan hasil penelitiannya tentang ketahanan galur harapan kacang tanah pada penyakit karat dan bercak daun.
Dalam sambutannya, Rektor UMP menyampaikan bahwa berbagi ilmu pengetahuan berupa hasil penelitian merupakan kegiatan yang sangat berharga agar pengetahuan dapat tersebar dan diketahui secara luas. Selain itu dengan adanya pertemuan ilmiah seperti ini akan membuka wawasan baru tentang masalah ke depan yang akan dihadapi sehingga membuka peluang baru untuk memperoleh topik penelitian yang lebih maju sehingga wawasan ilmu pengetahuan semakin terbuka luas. Seminar ini mengusung tema tentang Pengembangan Sumberdaya Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan. Makalah utama terdiri dari tiga makalah yang disampaikan oleh Prof Irham dari UGM, prof Rochadi Abdulhadi dari LIPI, dan Prof Suwarto dari UNSOED. Selain makalah utama, juga disajikan 42 makalah yang dipresentasikan oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai universitas, dan peneliti dari BPTP Jawa Tengah.
Sutrisno/AW