Berita » Diversifikasi Pangan di Tanah Bumbu

Gambar 1. Bupati Tanah Bumbu bersama peneliti Balitkabi.

Gambar 1. Bupati Tanah Bumbu bersama peneliti Balitkabi.

Kebijakan cerdas telah diambil oleh Bupati Tanah Bumbu (Bpk. H. Sudian Noor) terkait pelaksanaan diversifikasi pangan di wilayahnya. Informasi ini diperoleh dari wawancara peneliti Balitkabi Balitbangtan (Prof. Dr. Didik Harnowo) di lokasi stand pameran pada peringatan HPS (Hari Pangan Sedunia) ke-38 di pelataran sekitar Kantor Gubernur Kalsel pada 19 Oktober 2018. Menurutnya, kini sekitar 30% masyarakatnya sudah melaksanakan diversifikasi pangan khususnya untuk mengganti sebagian nasi sebagai sumber karbohidrat dengan bahan pangan lain, utamanya dari ubi kayu dan talas.

Kabupaten Tanah Bumbu, dengan luas 5.000 km2, terdiri atas 144 Desa, berada sebelah Timur Ibu Kota Propinsi Kalsel, Banjarmasin, termasuk kabupaten baru, terbentuk sejak tahun 2003 yang merupakan pecahan dari Kabupaten Kota Baru, dengan Bpk. H. Sudian Noor sebagai Bupati ke-3. Beberapa keunikan dan catatan sukses telah diperoleh Kabupaten Tanah Bumbu, antara lain: (1) Adanya sumberdaya genetik unik yakni buah durian dengan daging buah berwarna merah, (2) Sebagai sentra produksi hortikultura, khususnya sayuran melalui budaya di pesisir laut, termasuk untuk mensuplay kebutuhan sayuran bagi masyarakat Banjarmasin, (3) Terdapat Desa (Batulicin Irigasi) dengan beberapa sukses untuk percontohan Tingkat Nasional, yakni: (a) KRPL hatinya PKK, (b) Gerakan aksi One Day No Rice Nomor 1 Tingkat Nasional, dan (c) Lokasi wisata dilengkapi fasilitas rumah singgah, perpustakaan, ruang pertemuan, dan berbagai jenis sarana wisata.

Menurut keterangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanah Bumbu (Bpk. H. Rahmat, M.Pd.) dan Ibu Nurhaniah (Darma Wanita Tanah Bumbu), beberapa jenis olahan pangan untuk diversifikasi pangan antara lain Laksa, Ipau, Kerik Oti, dan Zepa berbahan baku ubi kayu. Talas juga menjadi bahan pangan yang telah dikonsumsi secara meluas oleh masyarakat Tanah Bumbu. Jenis-jenis pangan olahan tersebut bukan hanya sebagai camilan, tetapi sudah berfungsi sebagai bahan makanan pengganti nasi. Gambar 1 adalah suasana diskusi antara Bupati Tanah Bumbu dengan peneliti Balitkabi. Gambat 2 adalah ragam olahan pangan berbasis aneka umbi di Tanah Bumbu.

Gambar 2. Ragam olahan pangan berbasis aneka umbi di Tanah Bumbu.

Gambar 2. Ragam olahan pangan berbasis aneka umbi di Tanah Bumbu.

DH