Berita » Menggeliatkan Indramayu Menjadi Lumbung Kedelai

a_indramayu

Indramayu merupakan salah satu kabupaten lumbung pangan di Jawa Barat, mempunyai lahan yang bercirikan dataran rendah datar dan kondisi tanah cukup subur. Komoditas andalan utamanya adalah padi. Kedelai merupakan komoditas andalan kedua setelah padi, demikian tutur Ibu Hj. Anna Sophanah (Bupati Indramayu) pada Panen Raya Kedelai di Desa Bantar Waru Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, 16 September 2014. Karena itu, lanjut Bupati Indramayu, kita harus menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai lumbung kedelai di Jawa Barat maupun di Indonesia. Kegiatan ini, menurut Pangdam III Siliwangi (Mayjen Dedi Kusnadi), merupakan bagian kerjasama antara Kementan dan TNI Angkatan Darat di Jawa Barat dalam Program TNI AD mendukung Ketahanan Pangan 2014 guna membantu mewujudkan Swasembada kedelai.

Duduk di baris depan: Bupati Indramayu (berjilbab warna putih), Pangdam III Siliwangi, dan Direktur Budidaya Akabi (foto sebelah kiri) dan suasana menandai
panen raya kedelai di Desa Bantar Baru, Kecamatan Gantar (foto sebelah kanan).
Panen raya kedelai dan temu wicara ini diikuti oleh sekitar 3000 orang. Menurut laporan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu (Ir. Firman, MM), target luas areal tanam baru kedelai di Indramayu adalah 17.000 ha dan SLPTT seluas 500 ha. Hingga kini, lanjut Firman, telah berhasil ditanam 10.000 ha, dengan tingkat produktivitas berdasarkan hasil ubinan mencapai 2,26 ton/ha. Usahatani kedelai di Indramayu dapat dilakukan di lahan sawah pada pola padi-padi-kedelai, dan di lahan hutan kayu putih milik Perum Perhutani seluas 6.000 ha. Kedua tipe lahan ini sangat menguntungkan dalam penyediaan benih kedelai melalui sistem Jalur Benih Antar Lapang dan Musim. Sistem ini akan mendukung program kemandirian benih kedelai untuk mendukung kedaulatan pangan.Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Dr. Maman Suherman mengatakan bahwa kebutuhan kedelai kita secara nasional sekitar 2 juta ton dan hingga saat ini kita baru bisa memproduksi 800.000 ton. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi kedelai melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam, seperti yang kita lakukan di Kabupaten Indramayu bersama petani, Pemda, dan Kementerian Pertanian yang bekerjasama dengan TNI AD. Secara khusus Pangdam III Siliwangi menyatakan keyakinannya bahwa Jawa Barat, termasuk Indramayu akan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap produksi kedelai nasional karena didukung oleh lahan kita yang sangat subur. Selanjutnya beliau berpesan kepada para petani kedelai, antara lain: (1) agar petani menerapkan dan mengembangkan terus inovasi teknologi budidaya tanaman kedelai agar produktivitas kedelai bisa ditingkatkan, dan (2) agar petani bersabar untuk tidak terburu-buru memanen kedelai muda. Dalam acara temu wicara kali ini hadir dari Badan Litbang Pertanian: Dr. Made Jana Mejaya (Kapuslitbangtan), Dr. Didik Harnowo (Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi), Dr. Nandang (Kepala BPTP Jawa Barat) dan Prof. Dr. Marwoto (Peneliti Kedelai dari Balitkabi). Pada acara temu wicara ini diserahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani yakni dari TNI AD, Dinas Pertanian setempat/Pemda, dan Badan Litbang Pertanian. Dari BPTP Jabar, atas nama Badan Litbang Pertanian diserahkan benih kedelai kelas SS sebanyak 2,5 ton ke Asosiasi Penangkar Benih Jawa Barat.

D. Harnowo/AW