Berita » Balitkabi Dorong Petani Kacang Hijau Sidoarjo Tingkatkan Produksi

Balitkabi terus berusaha mendorong diseminasi teknologi/inovasi untuk peningkatan produksi aneka tanaman kacang dan umbi dengan berbagai cara. Pada temu lapang kegiatan fasilitasi pengembangan kacang hijau dengan luas 3 ha, yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur lahan Kelompok Tani “Sumber Rejeki” Desa Sudimoro Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo (31/10), Balitkabi mengutus Dr Rudi Iswanto menjadi salah satu nara sumber. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo, melaporkan bahwa Sidoarjo merupakan sentra produksi kacang hijau dengan luas 1500–1600 ha pada tahun 2014, turun dari tahun sebelumnya yang luasnya mencapai 2000 ha, disebabkan musim tanam padi yang mundur. Pola tanam yang umum dilakukan di Kab. Sidoarjo adalah padi—padi—kacang hijau. Kondisi pertanaman secara umum cukup baik, hal ini tampak dari beberapa petak demplot yang dipanen walaupun tanpa pengairan masih menghasilkan 1,9 hingga 2,4 t biji/ha, tergantung populasi tanam, frekuensi panen dan tingkat serangan penyakit. Dengan harga jual berkisar antara Rp14.000–Rp15.500 per kilogram biji kering panen, terbukti petani selalumenanam kacang hijau setiap tahun. Bapak Rokimin selaku ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki mengatakan bahwa petani di daerah Tulangan selalu menanam kacang hijau setelah menanam padi, dan tidak pernah menanam komoditas lainnya.

Gambar 1. Bapak Fitri (kepala dinas pertanian Kab Sidoarjo) memberikan kata sambutan pada acara FFDDari pengamatan Rudi Iswanto di lapang terlihat bahwa beberapa petak yang ditanam belakangan banyak mendapatkan serangan penyakit. Gejala yang tampak pada fase vegetatif adalah daun berwarna kekuningan dan terhambat pertumbuhannya. Tanaman yang terserang pada fase reproduktif (masa pembentukan polong), pertumbuhan polong menjadi terhambat dan polong menguning, bentuknya melengkung ke atas akibatnya gagal masak. Dari pengamatan terlihat bahwa pada tanaman yang berwarna kekuningan banyak ditemui koloni hama aphis. Dugaan sementara, tanaman kacang terserang virus.

Gambar 2. Pertanaman kacang hijau siap panen (kiri) dan yang mengalami serangan virus (kanan)Masalah penting lain yang timbul adalah ketersediaan benih bermutu dan berlabel, dan kurangnya bimbingan pengelolaan budidaya tanaman sehat. Padahal pasarnya sangat menjanjikan. Akhirnya disepakati untuk tahun berikutnya diupayakan penyediaan benih bermutu dan bimbingan budidaya tanaman sehat agar produksinya dan kualitas produksinya meningkat. Balitkabi menyambut baik dengan menawarkan pembinaan budidaya dan perbenihan kacang hijau.R. Iswanto/AW