Berita » Dr. Titik Menyeminarkan Kedelai untuk Tanaman Sela di Puslitbangtan

1-apuslit-sem-1

Seminar rutin dua mingguan Puslitbangtan Pangan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2012, dengan menampilkan dua nara sumber, yaitu Dr. Titik Sundari dari Balitkabi Malang, dengan judul “Kesesuaian Genotipe Kedelai untuk Tanaman Sela di Bawah Tegakan Tanaman Karet di Lampung”, dan Dr. Untung Susanto dari BB Padi Sukamandi dengan judul “Produktivitas dan Adaptasi Galur-galur Oruza sativa/O.Gleberrima di lahan Kering yang berpotensi tercekam Kekeringan”.

Seminar dihadiri oleh Kepala Puslitbangtan, peneliti dari Balitkabi, BB Padi, SDM, P2HP, Ketua Bidang Investasi Pertanian HKTI, dengan jumlah peserta 45 orang.

Respons dari peserta terhadap makalah ini cukup baik, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan, di antaranya mengenai pengukuran intensitas cahaya, potensi hasil pada kondisi tanpa cekaman, dan juga peluangnya untuk dikembangkan di wilayah lain dengan tegakan yang berbeda.

Kepada penanya dijelaskan bahwa intensitas cahaya diamati sejak tanaman kedelai berumur 30 hari, dengan alasan periode kritis kedelai terhadap naungan pada fase reproduktif. Pengamatan intensitas cahaya dilakukan dengan interval satu minggu sekali. Pengukuran intensitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat naungan yang disebabkan oleh tanaman karet. Pada penelitian ini, tingkat naungan di masing-masing lokasi berbeda, tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan kanopi dari tanaman karet.

Potensi hasil pada kondisi tanpa cekaman lebih tinggi dibandingkan dengan potensi hasil pada kondisi tercekam.

Pada penelitian ini diperoleh dua galur yang sesuai untuk digunakan sebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman karet, yaitu Galur IAC100/Burrangrang//Kaba-7 dan IAC100/Burrangrang//Kaba-8, dengan potensi hasil di bawah naungan 1,6 t/ha, dan pada kondisi tanpa cekaman 1,82 dan 2,12 t/ha.