Berita ยป Dua Prof Balitkabi Presentasi di Koordinasi Palawija

Dalam rangka peningkatan produktivitas dan produksi, efisiensi, nilai tambah, dan daya saing pengelolaan komoditas palawija di Jawa Timur, Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur mengadakan Pertemuan koordinasi stakeholder palawija. Pertemuan tersebut diselenggarakan 21 Agustus di Surabaya, dihadiri 25 orang, terdiri dari staf teknis atau Kabid Produksi Dinas Pertanian Tingkat II di lingkup Provinsi Jawa Timur. Stakeholder yang diundang pada hari tersebut adalah Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang dan PT Sorini, Lawang.Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa masalah krusial pengembangan produksi tanaman pangan, khususnya palawija di Jawa Timur adalah penyusutan areal pertanian dan pertambahan penduduk yang semakin tinggi. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2008-2012) penyusutan lahan pertanian di Jawa Timur mencapai 214.000 ha atau sekitar 42.000 ha/tahun. Jalan keluar yang harus ditempuh adalah segera merancang dan menetapkan lahan pertanian baku (tetap) untuk pertanian terutama pangan, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, diversifikasi pangan sehingga mengurangi tumpuan pada beras dan impor gandum. Program tersebut juga akan didukung dengan peningkatkan pemberdayaan komoditas aneka kacang dan umbi. Dalam kesempatan tersebut, Prof Sudaryono, dari Balitkabi, menyampaikan presentasi inovasi teknologi pengembangan komoditas aneka kacang (kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau) dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas, dan Prof. Nasir Saleh menyampaikan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas komoditi ubikayu dan ubijalar di Jawa Timur. PT Sorini mengirimkan nara sumber Bambang Indro Prabowo dan Cicuk Kurniawan untuk menyampaikan presentasi berjudul Pengembangan agroindustri berbasis tepung lokal.

Gambar 1. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sedang menyampaikan sambutan pembukaan (kiri), Peserta temu koordinasi (kanan)