Berita » Dukungan Balitkabi dalam Penyediaan Benih Sumber Kedelai Nasional

export_200px_wideBenih merupakan salah satu logistik utama yang harus tersedia guna mendukung program pengembangan kedelai. Oleh karena itu, ketersediaannya harus selalu terjamin, baik dalam kuantitas maupun kualitas.

Tahun 2018, Balitkabi melalui UPBS mentargetkan memproduksi benih sumber kedelai sebanyak 18 ton, terdiri dari 6 ton benih kelas BS (Breeder Seed) dan 12 ton benih kelas FS (Foundation Seed). Varietas kedelai dengan kelas benih BS yang diproduksi adalah Anjasmoro, Dega 1, Deja 1, Deja 2, Demas 1, Dena 1, Detap 1, Devon 1, Devon 2, Gepak Kuning, dan Grobogan, sedangkan benih kelas FS adalah Varietas Anjasmoro, Argomulyo, Dega 1, Deja 1, Dena 1, Dering 1, Detap 1, Devon 1, Devon 2, dan Grobogan.

Roguing pada fase masak fisiologis pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dega 1.

Roguing pada fase masak fisiologis pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dega 1.

Dalam memproduksi benih sumber kedelai kelas FS, UPBS bekerjasama dengan Kelompok Tani Margorukun, Dsn. Seno, Ds. Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan pada MK II, seluas 20,5 ha, terdiri dari 8 varietas, yaitu: Anjasmoro, Dega 1, Devon 1, Detap 1, Dering 1, Deja 2, Dena 1, dan Grobogan dengan periode tanam 18 Juli‒7 Agustus 2018. Meskipun penanaman dilakukan di lahan petani, namun mulai dari penyiapan lahan hingga panen dan proses pembijian dilakukan pengawalan oleh tim dari UPBS. Sedangkan untuk menjaga kemurnian genetik di lapangan, UPBS melibatkan pemulia dari masing-masing varietas dalam kegiatan roguing (membuang tipe simpang). Roguing dilakukan pada fase juvenil, berbunga, dan masak fisiologis, sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen Mutu Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015.

Roguing pada fase bunga dan polong pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dena 1.

Roguing pada fase bunga dan polong pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dena 1.

UPBS Balitkabi telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 dalam produksi benih sumber aneka kacang dan umbi sejak tahun 2010, dengan ruang lingkup benih sumber kelas BS dan FS. Artinya, dalam memproduksi benih sumber terutama kelas benih BS dan FS, Balitkabi dapat melakukan sertifikasi sendiri terhadap benih yang dihasilkan, tentu dengan tetap menjamin mutu benih sesuai dengan standar yang telah ditentukan untuk masing-masing kelas benih.

Penampilan polong pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dena 1.

Penampilan polong pada pertanaman produksi benih kedelai kelas FS Varietas Dena 1.

TS/NN