Berita » DWP Kemtan Malang dan Pasuruan Bantu Korban Gunung Kelud

Menurut observasi Tim Badan Litbang Pertanian, Desa Pandansari merupakan desa paling parah terkena dampak erupsi gunung kelud. Menindaklanjuti hasil observasi tersebut, Koesniah, S.Pd., ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan Lingkup Kementerian Pertanian se-Malang dan Pasuruan bersama anggotanya meninjau langsung dan menyalurkan bantuan kepada korban yang berada di dusun Kutut, Desa Pandansari Kecamatan Ngantang, Minggu (23/3). Peserta DWP Gabungan terdiri dari Dharma Wanita Persatuan Balitkabi, Balitjestro, Balittas, BBIB, BPTP Jatim, STTP Malang, BBPP Ketindan, BBPP Batu, dan Lolit Sapo Grati.

Ibu Kusniah, S.Pd., Ketua DWP Gabungan Kemtan se-Malang dan Pasuruan menyerahkan Bantuan Gunung Kelud kepada Kepala Dusun Kutut, Desa Pandansari Kec Ngantang (kiri). Penerimaan warga Kutut saat kunjungan (kanan)
Cukup sulit untuk menembus desa ini, melewatinya harus melintasi sungai yang jembatan utamanya terputus akibat terjangan lahar dingin beberapa waktu lalu. Jalanan di dusun-dusun setempat adalah dataran tinggi, berkelok dan sebagian berlumpur. Tidak semua jenis mobil bisa melintas. Rombongan disambut oleh warga setempat penuh haru dan bahagia. Kepala Dusun Kutut menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh DWP Kemtan. Selain bantuan barang, Kepala Dusun berharap adanya pendampingan pengelolaan lahan sawah dan kebun yang rusak akibat tertimbun pasir, kerikil dan debu vulkanik gunung kelud. Ibu Koesniah menampung keluhan Kepala Dusun tersebut dan akan disampaikan ke instansi terkait. Persiapan dan pengemasan bantuan untuk korban erupsi Gunung KeludPaket Sembako terdiri dari beras, minyak goreng, gula, mie instan dan air mineral serta peralatan mandi. Tak hanya itu, pakaian layak pakai dan paket sekolah yang terdiri dari tas sekolah, buku, pensil, bolpoint, penghapus, dan rautan juga diberikan. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban para korban erupsi gunung kelud dan para donatur berharap masyarakat setempat bisa bangkit kembali membangun desanya. “Tim Badan Litbang Pertanian siap mendampingi pengelolaan lahan pertanian masyarakat akibat erupsi gunung kelud”, tegas pak Didik, Kepala Balitkabi, menanggapi laporan anggota DWP Gabungan pada apel senin, 24/3.
NURCH/AW