Berita ยป Enzim Nitrat Reduktase Percepat Perakitan Varietas

Pemuliaan tanaman secara konvensional biasanya membutuhkan waktu empat hingga delapan tahun. Periode waktu ini menjadi kendala dalam merakit varietas unggul karena selain lama dan membutuhkan dana besar, varietas yang dihasilkan terkadang sudah tidak sesuai dengan permintaan pengguna. Salah satu terobosan baru yang dapat digunakan untuk menyingkat waktu merakit varietas adalah pemanfaatan enzim. Demikian tema yang disampaikan oleh peneliti senior Balitkabi Ibu Ir. St A. Rahayuningsih MS. dalam seminar intern di Aula Balitkabi, Senin (8/7). Seminar ini diikuti oleh beberapa peneliti Balitkabi dan Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas ( UGM, UNIBRAW, UIN Malang, UNS, dan Univ Mataram NTT) yang sedang magang di Balitkabi.


Bu Rahayuningsih menyampaikan bahwa enzim yang dapat digunakan untuk program pemuliaan tanaman adalah enzim Amonium Nitrat Reduktase (ANR). Enzim Nitrat Reduktase merupakan enzim yang berperan mengkatalisis perubahan senyawa nitrat (N03 ) menjadi nitrit (N02 ). Enzim ini terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi yang tersebar pada akar, daun, bunga dan biji dengan jumlah yang berbeda-beda antarspesies. Pada tanaman tingkat rendah juga terdapat pada alge dan jamur. Beliau mengungkapkan bahwa penelitian pada beberapa spesies seperti padi, gandum, kelapa menunjukkan bahwa tingginya kadar Enzim Nitrat reduktase berkorelasi positif dengan hasil yang diperoleh tanaman. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa tanaman yang memiliki kandungan enzim nitrat lebih tinggi cenderung memiliki ketahanan terhadap cekaman kekeringan, persaingan dengan gulma dan ketahanan terhadap serangan pathogen.

Selain Ibu Rahayuningsih, peneliti lain dari Kelti proteksi Ibu Ir Mudji Rahayu MS memaparkan hasil telaah terhadap penyakit jamur yang menyerang tanaman kacang-kacangan. Penyakit yang dipaparkan adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii dan strategi pengendaliannya. Jamur ini menyerang pada pangkal batang tanaman aneka kacang dan akan menyebabkan kematian. Strategi untuk mengendalikan serangan penyakit ini antara lain pengolahan lahan dengan cara penjemuran lahan setelah di bajak, sanitasi lahan, eradikasi tanaman sakit, pemupukan seimbang, pengendalian dengan agen hayati, dan pengendalian kimiawi.

(Sutrisno)/AW